Harlah 1 Abad NU, Aktivitas Olahraga di Stadion Gajayana Dihentikan Sementara

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

03 - Feb - 2026, 06:43

Kawasan Stadion Gajayana.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Aktivitas olahraga masyarakat di Stadion Gajayana Kota Malang akan diliburkan sementara menyusul persiapan pelaksanaan Harlah Ke-100 Nahdlatul Ulama (NU)  yang rencananya digelar di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengatakan bahwa kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kesiapan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan berskala nasional tersebut.

Baca Juga : Jadwal Futsal Indonesia vs Vietnam: Garuda Bidik Balas Dendam di Jakarta

 

“Untuk mendukung dan menyukseskan Harlah Ke-100 NU, aktivitas olahraga masyarakat di Stadion Gajayana pada hari Sabtu dan Minggu kami liburkan sementara,” ujar Baihaqi.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari penataan dan sterilisasi area stadion agar dapat digunakan secara optimal selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Selain penyesuaian aktivitas di stadion, Pemkot Malang juga menyiapkan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi. Baihaqi menyebutkan bahwa sejumlah jalan poros akan disterilkan atau ditutup sementara, serta telah dilakukan koordinasi dengan kepolisian terkait penyediaan kantong-kantong parkir bagi jamaah.

“Untuk mobilitas jemaah, dari titik transit menuju Stadion Gajayana, seluruhnya dilakukan dengan berjalan kaki. Tidak ada kendaraan yang masuk ke stadion, kecuali untuk tamu VVIP atau pengurus besar PBNU,” jelasnya.

Terkait pemanfaatan becak listrik yang sebelumnya dibagikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Baihaqi menegaskan bahwa saat ini masih dalam tahap uji coba dan belum diarahkan khusus untuk mendukung mobilisasi jemaah.

Baca Juga : 6 Keuntungan Lolos SNBP 2026: Jalur Tanpa Tes yang Jadi Incaran Siswa Berprestasi

 

Meski demikian, Baihaqi menilai pelaksanaan Harlah Ke-100 NU akan memberikan dampak positif bagi Kota Malang, khususnya pada sektor pariwisata. Ia memperkirakan jumlah jamaah yang datang bisa mencapai 100 ribu orang atau lebih.

“Kondisi ini tentu berdampak pada sektor perhotelan, restoran, dan destinasi wisata di Kota Malang. Kami berharap pelaku industri pariwisata dapat mempersiapkan diri dan memberikan pelayanan yang baik, aman, dan tertib,” pungkasnya.