Dibantu LSM Cakrawala Keadilan, Lima Yatim Piatu Bersaudara di Lamongan Tak Lagi Tinggal di Rumah Kontrakan
Reporter
Defit Budiamsyah
Editor
A Yahya
13 - Feb - 2026, 10:35
JATIMTIMES - Lima yatim piatu bersaudara, yakni Muhammad Ichsanul Fathoni (28), Ikhwanul Muqorobin (22), Farikahtul Adawiya (17), Muhulin Nuha (13) dan Maisa Amita Tamanna (6), asal Desa Sidokumpul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, kini bisa bernafas lega, setelah mendapat bantuan tempat tinggal yang dihimpun oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakrawala Keadilan.
Ketua LSM Cakrawala Keadilan, Hillal Ahmar, menjelaskan pasca kedua orang tuanya meninggal dunia, lima bersaudara tersebut tinggal di sebuah rumah kontrakan yang kondisinya sangat memprihatinkan. Hal itu menarik perhatiannya, hingga terdorong untuk membantu mencarikan tempat tinggal.
Baca Juga : 52 Ribu Peserta PBI JKN BPJS di Lamongan Dibekukan, ini Syarat Reaktivasi!
"Mereka hidup di rumah kontrakan yang kondisinya tidak layak. Sehingga kami berusaha untuk membantunya," kata pria kelahiran Paciran, Lamongan itu, Kamis (12/2/2026).
"setelah kita koordinasi dengan beberapa pihak, baik dari Kecamatan Paciran, Pemerintah Desa Sidokumpul, dan masyarakat sekitar, kita diberikan ijin untuk mendirikan sebuah rumah tinggal untuk mereka, diatas Tanah Negara yang ada di Desa Sidokumpul," jelasnya.
Lebih lanjut, Hillal menyampaikan terkait anggaran pembangunan, dihimpun dari uang pribadi masing-masing anggota LSM Cakrawala Keadilan, masyarakat, dan para dermawan.
"Ucapan terima kasih kepada Kades Sidokumpul, MUSPIKA Paciran, Mas Lutfi (Ceo PT. Singing Nusantara), Masyarakat Peduli Sedayu (MPS), Masyarakat Sidokumpul, khususnya seluruh anggota LSM Cakrawala Keadilan, serta para dermawan, atas partisipasinya membantu lima yatim piatu bersaudara itu. Sehingga pada hari ini (12/2/2026) kami bisa menyelesaikan pembangunan rumah mereka dan siap ditempati," tutur Hillal.
Untuk diketahui, keseharian lima yatim piatu bersaudara warga Desa Sidokumpul, Kecamatan Paciran itu berbeda. Dua diantaranya yakni Muhammad Ichsanul Fathoni dan Ikhwanul Muqorobin, terpaksa putus sekolah dan bekerja melaut, lantaran harus membiayai hidup ketiga adeknya yang duduk dibangku kelas XII SMA, dan kelas VIII SMP.
Baca Juga : Launching Jersey Baru Persela, Pemantik Semangat Tim Laskar Joko Tingkir
Sedangkan yang paling bungsu, Maisa Amita Tamanna, yang masih duduk dibangku Taman Kanak-kanak, kini tinggal dan dirawat orang lain yang mau menjadi orang tua asuhnya.
Dengan bantuan tempat tinggal baru saat ini, kini empat dari lima bersaudara itu, bisa hidup lebih nyaman tanpa berfikir mencari biaya kontrakan rumah.
