Fokus Preemtif, Kegiatan Preventif Polres Kediri di Operasi Keselamatan Semeru 2026 Melonjak Tajam

19 - Feb - 2026, 09:17

Jumpa pers Satlantas Polres Kediri bersama awak media, Kamis (19/02/2026). (Foto: Istimewa)

​JATIMTIMES – Polres Kediri mencatat lompatan signifikan dalam pelaksanaan Operasi (Ops) Keselamatan Semeru 2026. Hingga hari ke-14 operasi, intensitas kegiatan preventif dan edukasi masyarakat dilaporkan meningkat hingga ribuan persen dibandingkan tahun sebelumnya.

​Kasat Lantas Polres Kediri, AKP Mega Satriatama, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan strategi utama untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dengan cara membangun kesadaran dari hulu.

Baca Juga : Ribuan Orang Padati Pasar Takjil Ketawanggede, Dari Lapak Buka Puasa Menggerakkan Ruang Ekonomi Rakyat

​Berdasarkan data yang dirilis pada Kamis (19/2/2026), jumlah kegiatan preventif pada Ops Keselamatan Semeru 2026 mencapai 5.088 kegiatan. Angka ini berbanding terbalik dengan tahun 2025 yang hanya mencatat belasan kegiatan pada periode yang sama.

​"Pada tahun 2026 ini, operasi keselamatan melalui kegiatan preventif meningkat drastis. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas," ujar AKP Mega.

​Secara rinci, sasaran kegiatan preventif tahun ini meliputi, ​Terhadap orang: 2.940 kali (penyuluhan di sekolah, kampus, dan perkantoran), ​terhadap jalan & lingkungan: 1.705 kali (pemetaan daerah rawan laka dan macet) dan ​Terhadap kendaraan: 443 kali (safety check dan edukasi kelaikan).

​Beberapa program unggulan yang dijalankan antara lain Police Goes To School, pembinaan komunitas sopir angkutan, serta penyebaran ribuan brosur dan stiker keselamatan di ruang publik.

​Dalam aspek penindakan, Polres Kediri mencatat total 10.176 perkara, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 1.312 perkara. Namun, menariknya, mayoritas penindakan tahun ini bersifat pembinaan.

​Tercatat sebanyak 10.172 perkara berupa teguran simpatik, sementara penindakan melalui sistem ETLE (tilang elektronik) hanya berjumlah 4 perkara. Hal ini menegaskan komitmen kepolisian untuk lebih mengedepankan pendekatan humanis daripada sanksi hukum yang kaku.

Baca Juga : Kemiskinan Turun tapi Garis Kemiskinan Naik: Tekanan Daya Beli Masih Terasa di Jatim

​"Kami lebih mengedepankan edukasi dan pembinaan agar tumbuh kesadaran mandiri di masyarakat," tegas AKP Mega.

​Meski kegiatan preventif naik tajam, angka kecelakaan lalu lintas tercatat mengalami sedikit kenaikan, yakni 2 perkara dengan 3 korban luka ringan (dibandingkan 1 perkara pada tahun 2025). Pihak kepolisian menilai angka ini masih dalam kategori terkendali dan terus dilakukan evaluasi di titik-titik rawan.

​Lebih lanjut, AKP Mega menjelaskan bahwa Ops Keselamatan Semeru 2026 ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari persiapan matang menyambut arus mudik.

​“Operasi ini menjadi momentum untuk memetakan potensi kerawanan menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026 dalam rangka pengamanan Idul Fitri mendatang,” pungkasnya.