Antisipasi Bencana, KAI Daop 8 Lakukan Pengecekan Lintas di Wilayah Malang
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Dede Nana
26 - Feb - 2026, 08:52
JATIMTIMES - PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya melakukan antisipasi terhadap bencana yang dikhawatirkan terjadi dengan melakukan pengecekan lintas di sejumlah titik rawan di wilayah Malang demi menjamin keselamatan dan kelancaran operasional kereta api di masa Angkutan Lebaran 2026.
Manajer Humas PT. KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menyampaikan, kegiatan pengecekan lintas yang dipimpin langsung oleh Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya Daniel Johanes Hutabarat ini difokuskan pada titik-titik rawan longsor, khususnya yang berada di KM 25+700 petak jalan Sengon-Lawang dan di emplasemen Stasiun Malang.
Baca Juga : Menu MBG Ramadan Diduga Tak Layak, Pemkab Malang dan Dewan Gelar Rakor Jumat Besok
"Langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan kondisi geografis yang rawan, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran," ujar Mahendro dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).
Ia mengatakan, peninjauan diawali dengan menyusuri jalur rel di area yang memiliki tingkat kerawanan longsor tinggi. Tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi lingkungan sekitar rel, tanaman di sekitar jalur, sistem drainase, hingga stabilitas lereng tanah di sepanjang lintasan.
"Pada titik-titik yang dinilai memiliki risiko tinggi, KAI telah melakukan penanganan awal serta menyiapkan langkah mitigasi lanjutan guna mencegah potensi pergerakan tanah yang dapat mengganggu perjalanan kereta api," tutur Mahendro.
Selain itu, di wilayah lintas selatan terdapat tiga lokasi Daerah Perhatian Khusus atau Dapsus yang menjadi fokus pemantauan intensif selama masa Angkutan Lebaran 2026, yakni di KM 49+000 sampai dengan KM 49+200 petak jalan Blimbing (BMG) - Malang (ML); KM 70+500 sampai dengan KM 72+300 petak jalan Kepanjen (KPN) - Ngebrug (NB); serta KM 87+400 sampai dengan KM 87+900 petak jalan Pohgajih (PGJ) - Kesamben (KSB).
Mahendro menjelaskan, seluruh titik Dapsus tersebut berada dalam pengawasan berkelanjutan oleh petugas prasarana. Penguatan penjagaan, pemeriksaan rutin, serta kesiapan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat bencana tanah longsor atau peristiwa bencana lainnya. Sehingga perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan lancar selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Selain itu, rombongan beserta tim teknis juga melakukan pemeriksaan di emplasemen Stasiun Malang. Pemeriksaan meliputi fungsi wesel, kondisi sambungan rel, sistem drainase, hingga area perlintasan di jembatan yang berada di sekitar kawasan Kampung Warna-Warni Jodipan. Seluruh aspek prasarana diteliti secara detail untuk memastikan kesiapan operasional berjalan optimal.
Baca Juga : Fraksi Golkar DPRD Jatim Minta Kaji Matang Risiko Fiskal Tambahan Modal Jamkrida
"Melalui pengecekan lintas dan pemantauan di lokasi Dapsus, kami memastikan seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi longsor dan genangan air akibat curah hujan tinggi. Upaya ini kami lakukan agar perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan terkendali selama masa Angkutan Lebaran," jelas Mahendro.
Lebih lanjut, Mahendro menyebut, melalui langkah antisipatif ini, KAI Daop 8 Surabaya berharap operasional perjalanan kereta api di wilayah Malang dan sekitarnya, termasuk lintas selatan, dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Dengan demikian, masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan tenang, aman dan selamat sampai tujuan.
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh petugas di lapangan untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jalur, khususnya pada musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko longsor dan genangan air di sekitar rel.
"Keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aspek operasional perusahaan," pungkas Mahendro.
