Sebanyak 2.026 Mustahik Terima Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah Baznas Kota Batu
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Yunan Helmy
03 - Mar - 2026, 06:20
JATIMTIMES – Nuansa khidmat menyelimuti Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, pada Selasa (3/3/2026). Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batu secara resmi mulai mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada penerima. Totalnya ada 2.026 mustahik atau penerima manfaat di seluruh penjuru kota.
Dana yang disalurkan tersebut merupakan hasil pengumpulan zakat dari para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu. Penyaluran ini menjadi bagian dari agenda rutin tahunan untuk membantu warga prasejahtera, terutama saat memasuki Bulan Suci Ramadan.
Baca Juga : Banyak Pejabat Belum Kembalikan Kendaraan Dinas, Pemkot Batu Keluarkan SE Larangan Pengalihan Status Aset
Ketua Baznas Kota Batu Abu Sufyan menjelaskan bahwa proses distribusi dilakukan secara maraton agar bantuan cepat sampai ke tangan yang berhak. Tahap awal dimulai dari tiga titik utama, yakni Kelurahan Songgokerto, Kelurahan Ngaglik, dan Desa Pesanggrahan. Kegiatannya dimulai simbolis hari ini untuk pentasyarufan atau penyaluran di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani.
"Selanjutnya, tim kami akan langsung mendatangi desa dan kelurahan lainnya. Target kami, seluruh penyaluran untuk 2.026 penerima ini bisa tuntas dalam waktu dua hari ke depan," terang Abu Sufyan saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Terkait perolehan zakat, Abu menyebutkan rata-rata dana yang terkumpul dari ASN saat ini mencapai Rp 74 juta hingga Rp 80 juta setiap bulan. Angka ini diyakini akan terus meningkat seiring dengan Instruksi Wali Kota terkait optimalisasi zakat bagi seluruh jajaran pegawai pemerintah.
"Jika konsistensi ASN meningkat, tentu manfaat yang dirasakan masyarakat juga akan bertambah luas. Kami ingin zakat ini benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi warga," imbuhnya.
Menariknya, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai jangka pendek. Baznas juga menjalankan program pemberdayaan jangka panjang, salah satunya adalah program 'Satu Keluarga Satu Sarjana' yang kini telah memasuki angkatan kedua dengan total 16 mahasiswa.
"Untuk program pendidikan ini, kami memberikan bantuan beasiswa senilai Rp 2 juta per semester kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar mereka bisa meraih gelar sarjana," urainya.
Baca Juga : Rektor Unisma: Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tapi Jalan Menuju Ketakwaan dan Kesalehan Sosial
Selain pendidikan, Baznas memberikan perhatian ekstra kepada 13 warga duafa yang hidup sebatang kara. Mereka mendapatkan santunan rutin sebesar Rp 600 ribu setiap bulan yang diberikan seumur hidup. Ada pula bantuan modal usaha dan peralatan kerja seperti alat cuci motor untuk mendongkrak kemandirian ekonomi.
Meskipun nilai bantuan mungkin belum menutupi seluruh kebutuhan hidup, Abu berharap langkah ini dapat meringankan beban keluarga prasejahtera. Ia menekankan bahwa sinergi dengan sektor lain tetap diperlukan untuk memutus rantai kemiskinan.
"Pemerintah melalui Bagian Kesra maupun Dinas Sosial juga memiliki berbagai program bantuan. Kami di Baznas hadir untuk melengkapi dan memastikan tidak ada warga yang terlewat dalam mendapatkan sentuhan bantuan," tandasnya.
