Produk UMKM Magetan Siap Mendunia, Export Center Surabaya Ajak Bidik Pasar Eropa dan Amerika
Reporter
Basworowati Prasetyo Nugraheni
Editor
Nurlayla Ratri
05 - Mar - 2026, 04:55
JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Magetan terus menunjukkan komitmennya dalam membawa produk lokal "naik kelas".
Melalui kolaborasi strategis dengan Export Center Surabaya (ECS), komoditas unggulan lereng Lawu kini dibidik untuk merambah pasar kelas berat di Benua Eropa dan Amerika Serikat
Baca Juga : Polaris Ramadan Berkah: Graha Bangunan Blitar Tawarkan Water Heater Modern dengan Promo Istimewa
Export Center Surabaya (ECS), sebagai perpanjangan tangan Kementerian Perdagangan, memberikan perhatian khusus terhadap geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan.
Dalam tinjauan terbaru pada 05 Maret 2026 di Magetan, pihak ECS menilai bahwa Magetan memiliki komoditas unggulan yang sangat kompetitif untuk menembus pasar internasional.
Jalian Setiarsa, Tenaga Teknis Bidang Standarisasi Produk, Akses Pasar, Promosi, Pemasaran, dan Kurasi Produk Ekspor ECS, mengungkapkan bahwa antusiasme pelaku usaha di Kabupaten Magetan dan juga kota lain di Jawa Timur terus meningkat secara konsisten. Hal ini terlihat dari data administrasi yang masuk ke meja ECS setiap bulannya.
"Setiap bulan, kami rata-rata menerima sekitar 5 pengajuan produk baru dari para pelaku usaha yang ingin mendaftarkan produk mereka agar bisa diekspor. Jenis produk yang paling mendominasi adalah makanan olahan, minuman serbuk, produk craft , serta batik," ujar Jalian Setiarsa.
Terkait jangkauan pasar untuk UMKM Kabupaten Magetan yang lebih luas seperti ke Benua Eropa dan Amerika Serikat, Jalian memberikan penjelasan mendalam mengenai regulasi sertifikasi. Ia meluruskan bahwa sertifikasi bukanlah tembok penghalang bagi UMKM kecil untuk memulai langkah ekspor.
"Banyak yang bertanya apakah produk UMKM kita bisa masuk ke pasar Eropa atau Amerika. Saya katakan, itu sangat mungkin sekali. Memang untuk beberapa negara maju, mereka memiliki standar ketat. Contohnya, ada yang hanya menerima bahan olahan makanan yang sudah tersertifikasi khusus seperti MSC (Marine Stewardship Council). Namun, pelaku usaha jangan khawatir, Ada juga banyak negara yang tidak menuntut sertifikasi rumit tersebut," jelasnya.
Baca Juga : Karya Inovatif Dosen Kimia UB Masuk 117 Inovasi Indonesia 2025, Bisa Deteksi Dini Hipotiroid pada Bayi
Jalian menambahkan bahwa bagi UMKM skala kecil, peluang tetap terbuka lebar selama kualitas produk terjaga. "Cukup dengan Keterangan Perusahaan Rumah Tangga (PIRT) dan label Halal saja sudah bisa masuk ke pasar tertentu. Ini yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya," tegas Jalian.
Jalian menjelaskan bahwa Pemerintah telah menyiapkan infrastruktur promosi yang kuat di luar negeri untuk mendukung produk lokal. Mitra strategis ECS adalah perwakilan perdagangan resmi Indonesia yang terdiri dari 12 ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) dan 24 Atase Perdagangan yang tersebar di 33 negara.
“Tugas mereka adalah mempromosikan produk-produk dari Indonesia di negara penempatan masing-masing. Fasilitas dan jaringan internasional inilah yang harus dimanfaatkan oleh UMKM kita untuk bisa 'go global',” ungkapnya.
"Kami terus mendorong agar pelaku usaha di Kabupaten Magetan yang sudah berhasil masuk pasar internasional bisa terus mengembangkan usahanya ke negara-negara lain juga," pungkas Jalian Setiarsa.
