Hadapi Lonjakan 50 Ton Sampah Selama Lebaran, DLH Kota Batu Terapkan One Day Process dan Sistem Shift Non-Stop

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

25 - Mar - 2026, 02:57

Pengambilan sampah oleh petugas DLH Kota Batu di Alun-alun saat musim libur Lebaran.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Kota Batu menghadapi potensi lonjakan sampah yang diprediksi menembus angka 50 ton per hari selama sepekan musim libur Lebaran 2026. Untuk penanganannya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu harus bekerja ekstra untuk menjamin wajah kota tetap bersih. Sistem kerja ekstra ketat melalui skema "247" beroperasi 24 jam penuh selama 7 hari tanpa libur diterapkan.

Kebijakan ini diambil menyusul instruksi khusus dari Wali Kota Batu yang memperbolehkan aktivasi opsi lembur bagi personel lapangan di tengah situasi darurat insidentil. Langkah taktis ini menjadi kunci agar tidak ada penumpukan sampah di titik-titik vital wisata dan jalur protokol.

Baca Juga : Terkait Kebijakan WFH dan Adanya Efisiensi, Ini Upaya Pemprov Jatim

"Atas kebijakan Kepala Daerah, khusus untuk penanganan sampah, diberikan diskresi untuk mengaktifkan opsi lembur. Kami menerapkan sistem shifting non-stop, termasuk saat pelaksanaan Shalat Idulfitri," ujar Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, belum lama ini.

Fokus utama pengolahan berada di TPST Tlekung yang kini menerapkan skema tiga shift kerja dengan durasi masing-masing 6 jam. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 115 personel penyapu jalan serta 80 personel armada dan pengolahan disiagakan penuh untuk menyisir 21 ruas jalan protokol.

Dian menjelaskan, volume sampah diprediksi naik signifikan dari rata-rata 30 ton menjadi 50 ton per hari selama peak season. Untuk mengejar target one-day process (sampah selesai diolah dalam satu hari), DLH memaksimalkan seluruh infrastruktur mutakhir yang dimiliki.

"Kami mengaktifkan Big Composter untuk mengolah 8 ton sampah organik per hari. Selain itu, tiga unit insinerator di Tlekung serta dua unit di Kelurahan Dadaprejo dan Sisir dioperasikan penuh. Kapasitas bakarnya mencapai 2 ton per 2 jam untuk memusnahkan residu," beber Dian.

Baca Juga : Khusnul Arif DPRD Jatim Apresiasi Kelancaran Mudik, Minta Pemprov Tetap Siaga Jelang Puncak Arus Balik

Selain kekuatan di pusat pengolahan, sembilan unit dump truck dikerahkan untuk berkeliling memantau sudut kota. DLH juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat Sapu Jagat Sampah yang bertugas menyisir lokasi perbatasan guna mengantisipasi munculnya titik pembuangan sampah liar oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Kami ingin memastikan wisatawan maupun warga lokal tetap nyaman. Tata kelola sampah harus tetap terkendali meski beban volume meningkat tajam," pungkasnya.