Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Berlaku Mulai Tengah Malam
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
17 - Apr - 2026, 08:11
JATIMTIMES - Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon resmi mulai diberlakukan pada Jumat (17/4/2026). Langkah ini menjadi angin segar di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan, terutama setelah bentrokan yang melibatkan kelompok militan Hizbullah dalam beberapa pekan terakhir.
Dilansir AFP dan CNN, gencatan senjata mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat, atau sekitar pukul 21.00 GMT (17.00 EST). Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan kesepakatan tersebut sebagai hasil komunikasi dengan para pemimpin kedua negara.
Baca Juga : Diskon Tambah Daya PLN hingga 50 Persen Resmi Dibuka, Dukung WFH Lebih Nyaman
Konflik sebelumnya dipicu oleh serangan roket yang dilancarkan Hizbullah sebagai bentuk dukungan terhadap Iran. Serangan itu kemudian dibalas oleh militer Israel dan memicu eskalasi yang cukup serius di wilayah perbatasan.
Meski belum ada pernyataan resmi dari Hizbullah, salah satu anggota parlemen yang mewakili kelompok tersebut menyampaikan sikap sementara mereka. Ia mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya siap mengikuti kesepakatan dengan syarat tertentu.
“Kami akan menghormatinya jika serangan Israel terhadap militannya dihentikan.”
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan bahwa gencatan senjata ini bukan sekadar jeda konflik, tetapi juga membuka peluang untuk negosiasi yang lebih luas.
“Dimaksudkan untuk memungkinkan negosiasi dengan itikad baik menuju perjanjian keamanan dan perdamaian permanen antara Israel dan Lebanon.”
Dari pihak Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa negaranya menyambut jeda ini dengan penuh kehati-hatian. Di sisi lain, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menilai situasi ini tidak sederhana.
Baca Juga : BYD Kalah Sengketa Merek Denza di MA, Nama Danza Jadi Opsi Baru?
Sebelumnya, dalam unggahannya di Truth Social yang dikutip Al Jazeera pada Kamis (16/4), Donald Trump mengungkapkan telah berbicara langsung dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menegaskan bahwa kedua pihak sepakat memulai gencatan senjata sebagai langkah awal menuju perdamaian.
“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel,” ujar Trump.
Trump juga menyebut waktu dimulainya kesepakatan tersebut. “Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 5 sore EST.”
Meski hanya berlangsung selama 10 hari, gencatan senjata ini diharapkan mampu meredakan ketegangan sekaligus membuka jalan menuju solusi damai yang lebih permanen antara kedua negara.
