Bromo Pecahkan Rekor! Suhu Sentuh 1,6 Derajat Celsius, Terendah Sepanjang Pengamatan
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
13 - Jul - 2026, 01:30
JATIMTIMES - Udara dingin di kawasan Gunung Bromo mencapai titik paling ekstrem pada musim kemarau tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu minimum di kawasan tersebut turun hingga 1,6 derajat Celsius, menjadi yang terendah sejak pengamatan cuaca dilakukan.
Catatan itu sekaligus memecahkan rekor sebelumnya yang terjadi pada 28 Agustus 2023. Saat itu, suhu minimum di Bromo tercatat 2,5 derajat Celsius.
Baca Juga : Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026, Duel Rivalitas Lama Perebutkan Tiket Final
Data tersebut diperoleh dari jaringan pengamatan BMKG selama periode 12 Juli 2026 pukul 07.01 WIB hingga 13 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. Dari seluruh titik pemantauan di Jawa Timur, Bromo menjadi lokasi dengan suhu paling rendah.
Penurunan suhu yang sangat drastis ini berkaitan dengan fenomena bediding yang biasa muncul pada puncak musim kemarau.
"Saat malam hingga dini hari, langit yang cenderung cerah membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer. Akibatnya, suhu udara di kawasan pegunungan turun drastis," demikian keterangan BMKG Iklim Jatim.
Kondisi tersebut juga menjadi penyebab munculnya embun upas atau embun es yang hampir setiap musim kemarau menghiasi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Fenomena itu biasanya terbentuk ketika suhu mendekati titik beku, terutama di lautan pasir maupun hamparan padang rumput.
Sementara itu, suhu dingin tidak hanya dirasakan di Bromo. Sejumlah daerah lain di Jawa Timur juga mencatat penurunan suhu, meski masih jauh di atas kawasan pegunungan tersebut.
Berdasarkan data BMKG, lima wilayah dengan suhu minimum terendah di Jawa Timur adalah:
• AWS Bromo, Kabupaten Probolinggo: 1,6 derajat Celsius
• Stageof Pasuruan: 13,6 derajat Celsius
• AWS Kota Batu: 13,9 derajat Celsius
• Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang: 14,0 derajat Celsius
• AWS Karangan, Kabupaten Trenggalek: 15,2 derajat Celsius
Baca Juga : Puncak Musim Kemarau Juli-September 2026, Simak 7 Cara Menjaga Kesehatan saat Cuaca Panas
Perbedaan suhu yang cukup jauh itu dipengaruhi karakteristik wilayah. Kawasan pegunungan seperti Bromo memiliki ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut sehingga lebih mudah mengalami pendinginan pada malam hari dibanding wilayah dataran rendah.
BMKG memperkirakan fenomena bediding masih berpotensi berlangsung selama musim kemarau, terutama ketika kondisi cuaca cerah tanpa tutupan awan pada malam hingga pagi hari.
Masyarakat, terutama wisatawan yang akan berkunjung ke Bromo untuk menikmati matahari terbit, diimbau menyiapkan pakaian hangat, penutup kepala, sarung tangan, hingga kaus kaki guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat udara dingin. Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan juga disarankan membatasi paparan udara dingin dalam waktu lama.
