Kalender Jawa Weton Sabtu Legi 18 Juli 2026: Hari Keberuntungan
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
18 - Jul - 2026, 06:44
JATIMTIMES - Sabtu (18 Juli 2026) bertepatan dengan pasaran Legi dalam penanggalan Jawa.
Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 4 Sapar 1960 Tahun Be atau 4 Safar 1448 Hijriah dan berada dalam Wuku Julungpujut. Weton hari ini adalah Sabtu Legi dengan jumlah neptu 14, hasil penjumlahan Sabtu (9) dan Legi (5).
Baca Juga : Ramalan Zodiak 18 Juli 2026: Aries hingga Virgo Hari Penuh Ide Baru, Tantangan, dan Kesempatan Berkembang
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton dipercaya dapat menggambarkan watak, rezeki, jodoh, hingga perjalanan hidup seseorang. Hingga kini, Primbon Jawa masih dijadikan pedoman oleh sebagian masyarakat dalam menentukan hari baik untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, membuka usaha, hingga melangsungkan pernikahan.
Orang yang lahir pada weton Sabtu Legi dikenal memiliki banyak keinginan dan cita-cita. Karakternya bijaksana, mampu menghargai persahabatan, serta menyukai kehidupan yang nyaman dan berkecukupan. Namun di balik sifat tersebut, ada kecenderungan gemar mencampuri urusan orang lain sehingga perlu lebih bijak dalam menjaga batas.
Menurut Primbon Jawa, Pangarasan Sabtu Legi adalah Lakuning Rembulan, yang melambangkan pribadi simpatik, mempesona, dan menyenangkan. Karakter inilah yang membuat pemilik weton ini relatif mudah diterima di berbagai lingkungan serta mampu membangun hubungan yang baik dengan banyak orang.
Sementara itu, Pancasuda Sabtu Legi adalah Bumi Kapetak. Filosofi ini menggambarkan sosok pekerja keras, kuat menghadapi kekecewaan maupun penderitaan, serta menyukai kebersihan dan kerapian. Meski demikian, ada sisi negatif berupa sifat pendendam. Kebaikan yang dilakukan juga sering kali tidak terlihat atau kurang mendapat penghargaan dari orang lain.
Hari ini juga berada dalam Wuku Julungpujut yang berada di bawah naungan Bathara Guritna. Wuku ini melambangkan pribadi yang senang bergaul, pandai bertutur kata, dan memiliki peluang memperoleh kedudukan atau jabatan yang baik.
Simbol pohon rembuyut menggambarkan sosok yang memiliki daya tarik sehingga sering dicari dan dibutuhkan. Burung emprit jowan melambangkan pribadi sederhana dengan cita-cita besar.
Gunung di depan menjadi simbol tekad yang kuat dan jiwa kepemimpinan, sedangkan gambaran perahu yang terus berlayar di tengah lautan menunjukkan kegigihan mencari rezeki hingga dipercaya tidak mudah mengalami kekurangan.
Baca Juga : Pertengahan Juli Terjadi 127 Gempa Bumi di Jatim
Lambang sapi gumarang yang sedang turun menandakan kehormatan dan martabat. Sementara aral dalam Wuku Julungpujut adalah teluh. Primbon Jawa juga menyarankan untuk menghindari perjalanan ke arah barat laut selama tujuh hari apabila memiliki urusan yang penting.
Berbeda dengan beberapa weton lainnya, Sabtu Legi dalam Wuku Julungpujut justru dipandang sebagai hari yang membawa keberuntungan. Primbon menyebut hari ini baik untuk menyimpan padi ke dalam lumbung karena dipercaya akan mendatangkan berkah, kemakmuran, dan kesejahteraan. Hari ini juga dianggap baik untuk memulai berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan hasil panen maupun rezeki.
Dalam urusan pekerjaan, pemilik weton Sabtu Legi dinilai cocok berkarier di bidang yang mengandalkan kemampuan komunikasi dan membangun relasi. Profesi seperti humas, guru, sales, penceramah, makelar, maupun pekerjaan sosial dinilai sesuai karena didukung kemampuan berbicara yang baik dan mudah menarik simpati.
Sementara dalam urusan asmara, Sabtu Legi dengan jumlah neptu 14 dipercaya paling serasi dipasangkan dengan weton yang memiliki neptu 11 atau 15. Beberapa weton yang dianggap memiliki kecocokan tinggi antara lain Selasa Pon, Rabu Kliwon, Kamis Pon, Jumat Wage, Jumat Pahing, dan Minggu Legi.
