Tekan Angka Kematian Itik, Dinas Peternakan Jatim Luncurkan Inovasi HALO MOJO
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Dede Nana
19 - Jul - 2026, 07:49
JATIMTIMES - Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada peternak. Kali ini, instansi tersebut meluncurkan HALO MOJO (Hadir Melayani Sobat Peternak Itik Mojosari) sebagai solusi untuk menekan angka kematian bibit Itik Mojosari sekaligus memperkuat pendampingan kepada peternak.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Indyah Aryani MM, mengatakan HALO MOJO dikembangkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan komoditas Itik Mojosari yang selama ini menjadi salah satu andalan sektor peternakan Jawa Timur.
Baca Juga : Gerakan Indonesia Berkiblat Mengakar di MTsN 2 Kota Malang, Ratusan Akun Rasydul Kiblat Terbentuk
"Melalui Halo Mojo, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima," ujar Indyah.
Menurut Indyah, inovasi tersebut lahir dari berbagai persoalan yang selama ini dihadapi peternak rakyat. Tingginya angka kematian bibit itik pada masa pengiriman maupun adaptasi di kandang menjadi salah satu masalah utama yang kerap menimbulkan kerugian.
Selain itu, selama ini pelayanan purna jual belum memiliki sistem pemantauan yang terintegrasi. Sebagian besar laporan peternak hanya disampaikan melalui percakapan WhatsApp maupun sambungan telepon sehingga sulit didokumentasikan sebagai bahan evaluasi.
"Melalui HALO MOJO, pola pelayanan diubah dari yang semula pasif menjadi lebih proaktif. Petugas melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala sehingga berbagai gangguan dapat diketahui lebih dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar," paparnya.
Indyah menjelaskan implementasi HALO MOJO mulai memberikan dampak positif. Pendampingan yang lebih intensif membantu menekan angka kematian bibit itik sehingga risiko kerugian ekonomi yang dialami peternak dapat dikurangi.
Selain itu, peternak kini lebih mudah memperoleh informasi teknis melalui e-leaflet yang berisi panduan pemeliharaan, kesehatan ternak, hingga penanganan berbagai kendala yang sering muncul selama budidaya Itik Mojosari.
"Kami ingin peternak tidak hanya memperoleh bibit berkualitas, tetapi juga mendapatkan pendampingan sehingga mampu meningkatkan produktivitas usahanya secara berkelanjutan," kata Indyah.
Baca Juga : Pemkab Malang Raih Reward dari Pemerintah Pusat, Pionir Pemenuhan 87 Persen LBS
Untuk diketahui, HALO MOJO dikembangkan menggunakan platform yang sudah akrab di masyarakat, seperti WhatsApp dan Google Forms. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana tersebut, layanan dapat berjalan lebih cepat tanpa membutuhkan biaya operasional yang besar.
Model pelayanan ini akan lebih mudah diterapkan sehingga memiliki peluang untuk direplikasi pada komoditas peternakan lainnya, seperti sapi maupun kambing, di berbagai daerah di Jawa Timur.
Inovasi HALO MOJO juga mendukung agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita 2024-2029. "Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan berbasis komoditas lokal, mendorong tumbuhnya usaha peternakan rakyat, mengurangi risiko kerugian akibat kematian ternak, sekaligus meningkatkan literasi digital di kalangan peternak," harap Indyah.
Melalui inovasi ini, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur berharap pelayanan kepada peternak menjadi semakin cepat, responsif, dan berbasis teknologi sehingga mampu mendukung pengembangan sektor peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan.
