Kepala OJK Jember: Ekonomi Situbondo Tumbuh 5,50 Persen, Waspadai Maraknya Penipuan Digital
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Yunan Helmy
25 - Jul - 2026, 10:03
JATIMTIMES – Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember Aris Budiman memastikan kondisi sektor jasa keuangan di wilayah Sekarkijang tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global. Stabilitas tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekonomi daerah yang masih positif, termasuk Kabupaten Situbondo yang mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,50 persen pada triwulan I 2026.
Aris Budiman mengatakan, seluruh kabupaten di wilayah Sekarkijang yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi sektor jasa keuangan untuk terus menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.
Baca Juga : Diana Resmi Pimpin PWI Situbondo, Bupati Mas Rio Sampaikan Pesan Ini
"Kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Sekarkijang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. OJK terus memastikan industri jasa keuangan berjalan sehat, stabil, dan berkelanjutan melalui fungsi pengaturan, pengawasan, serta pelindungan konsumen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Aris Budiman.
Menurut Aris, hingga 31 Mei 2026, outstanding kredit bank umum di wilayah Sekarkijang mencapai Rp62,42 triliun atau tumbuh 0,78 persen secara tahunan. Sementara penyaluran kredit oleh BPR dan BPRS mencapai Rp2,58 triliun, meningkat 6,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) bank jmum menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Nilainya mencapai Rp55,80 triliun atau tumbuh 16,58 persen secara tahunan.
"Kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan masih terjaga. Hal itu tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga yang mencapai 16,58 persen sehingga likuiditas perbankan tetap kuat untuk mendukung penyaluran kredit," jelas Aris.
Perkembangan positif juga terlihat pada sektor pasar modal. Jumlah investor di wilayah Sekarkijang mencapai 431.375 single investor identification (SID) atau meningkat 70,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus Kabupaten Situbondo, pertumbuhan investor mencapai 89,57 persen, menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah kerja OJK Jember.
Selain mendorong pertumbuhan sektor jasa keuangan, OJK juga terus memperkuat upaya pelindungan konsumen. Salah satunya melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dibentuk sebagai pusat penanganan laporan penipuan transaksi keuangan.
Aris mengingatkan masyarakat agar semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan berbasis elektronik. "Masyarakat harus semakin berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan. Jangan mudah tergiur tawaran investasi dengan keuntungan tidak wajar, lowongan kerja palsu, maupun transaksi belanja yang mencurigakan. Selalu lakukan verifikasi sebelum mentransfer dana atau memberikan data pribadi," ujarnya.
Data IASC periode 22 November 2024 hingga 31 Mei 2026 mencatat sebanyak 998.558 rekening telah dilaporkan terkait dugaan penipuan. Dari jumlah tersebut, 515.554 rekening atau 51,63 persen berhasil diblokir. Selain itu, terdapat 120.115 nomor telepon yang turut dilaporkan. Nilai dana yang berhasil diblokir mencapai Rp638,9 miliar. Sedangkan dana yang berhasil dikembalikan kepada korban mencapai Rp169,3 miliar dari total 579.459 laporan pengaduan.
Baca Juga : Ramaikan JFC 2026, 12 Putri Indonesia Diboyong ke Jember
Berdasarkan data tersebut, lima modus penipuan yang paling banyak dilaporkan masyarakat adalah penipuan transaksi belanja online sebanyak 77.740 laporan, disusul impersonation atau fake call sebanyak 47.269 laporan, penipuan investasi sebanyak 26.649 laporan, penipuan kerja sebanyak 23.910 laporan, serta penipuan melalui media sosial sebanyak 20.469 laporan.
Sebaran laporan penipuan masih didominasi Pulau Jawa dengan 404.602 laporan. Disusul Sumatera sebanyak 92.456 laporan, Kalimantan 32.778 laporan, Sulawesi 22.521 laporan, Bali dan Nusa Tenggara 21.323 laporan, Maluku dan Papua 6.640 laporan, serta laporan dari luar negeri sebanyak 232 kasus.
Sementara berdasarkan provinsi, Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah laporan penipuan tertinggi sebanyak 119.750 laporan, diikuti DKI Jakarta sebanyak 84.845 laporan, Jawa Timur 81.548 laporan, Jawa Tengah 66.402 laporan, dan Banten 40.458 laporan.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, OJK Jember juga menggelar 36 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 20 ribu peserta dari berbagai kalangan. Di Kabupaten Situbondo, OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga akan menjalankan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo dalam rangka Hari Indonesia Menabung.
"Ke depan, OJK akan terus meningkatkan pengawasan terhadap pelaku usaha jasa keuangan, memperkuat literasi dan inklusi keuangan, serta mengoptimalkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Dengan demikian, masyarakat semakin terlindungi dan sektor jasa keuangan tetap mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," pungkas Aris Budiman.
