Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa Perayaan Imlek

Ini Makna Bahasa Tubuh Saat Mengucapkan Gong Xi Fa Cai

Penulis : Mahrus Sholih - Editor : Redaksi

08 - Feb - 2016, 19:39

Placeholder
Gong Xi Fa Cai. (Foto: mookete)

Ternyata ada makna yang luar biasa dalam bahasa tubuh warga Tionghoa saat mengucapkan selamat tahun baru imlek. Sebelum mengucapkan kalimat Gong Xi Fa Cai, mereka selalu mengepalkan tangan kemudian meletakkannya di dahi, yang disusul membungkuk. 

Gong Xi Fa Cai, merupakan kalimat yang diucapkan warga Tionghoa saat mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek, dalam penanggalan masyarakat Tionghoa, yang berarti semoga sejahtera. Lantas apa makna sikap tubuh tersebut? 

Menurut Humas Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Pay Lien San, Yap Swie Liong, Jember, Senin (8/2/2016), sikap itu memiliki makna dalam kehidupan sebagai suatu keserasian dalam berfikir, berucap serta bersikap. 

"Jempol serta jari tangan kanan ini sebagai simbol ibu, sementara tangan kiri sebagai simbol ayah," katanya, sembari memeragakan lipatan tangan khas salam etnis thionghoa. 

Dalam salam itu, kedua telapak tangan mengepal dengan posisi ibu jari berdiri, kemudian letak telapak tangan sebelah kiri berada diluar dengan menutupi telapak tangan sebelah kanan. Sementara, kedua ibu jari bertemu sehingga membentuk kerucut. 

Menurut dia, telapak tangan kanan yang mengepal itu dimaknai sebagai ibu yang bekerja, sedangkan telapak kiri sebagai ayah yang melindungi. Pertemuan kedua ibu jari yang membentuk kerucut ibarat pertemuan antara ayah dan ibu sehingga membentuk keluarga. 

"Setelah mengepal, kemudian diletakkan di dahi, selanjutnya ke mulut dan terakhir diletakkan di dada," jelasnya. 

Penempatan tangan di dahi, kata Yap Swie Liong, menggambarkan pikiran seseorang, yang dilanjutkan dengan mulut sebagai tanda bahwa pikiran dengan ucapan haruslah seirama. Sementara peletakan kepalan tangan di dada, bermakna sebagai perasaan seseorang yang diwujudkan dalam sikap. 

"Jadi maknanya adalah agar pikiran, ucapan serta tindakan kita bisa serasi, yang harapannya kehidupan seseorang tersebut dapa berjalan dengan baik," paparnya.

Sedangkan membungkuk, sambung Yap Swie Liong, merupakan gerakan terakhir dari salam tersebut. "Yang memiliki arti menghargai orang lain," pungkasnya. (*)


Topik

Peristiwa Perayaan-Imlek



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mahrus Sholih

Editor

Redaksi