Pernah Diancam Dibunuh, Mantan Kepala BKD Polisikan Sekda | Bondowoso TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Pernah Diancam Dibunuh, Mantan Kepala BKD Polisikan Sekda

Apr 02, 2020 16:15
Eko Saputro di Polres Bondowoso (Foto: Muhlis/JatimTIMES)
Eko Saputro di Polres Bondowoso (Foto: Muhlis/JatimTIMES)

Kesabaran mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Alun Taufan Sulistiadi nampaknya tak lagi bisa ditahan. Pria murah senyum ini akhirnya melaporkan atasannya, Sekda Saifullah ke Polres Bondowoso atas dugaan ancaman pembunuhan ketika ia masih menjabat sebagai Kepala BKD definitif dan saat itu, Saifullah hendak dilantik sebagai Sekda terpilih.

Alun melaporkan Sekda Saifullah melalui kuasa hukumnya, Eko Saputro SH, MH dan rekan ke Polres dan diterima langsung oleh Kasat AKP Jamal, SH. 

Dalam keterangannya, Eko Saputro mengatakan bahwa pihaknya sudah mengkaji pengaduan kliennya terkait ancaman pembunuhan itu. Kata Eko, setelah dilakukan kajian, pihaknya menemukan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut. Sehingga berdasarkan kajian dan telaah hukum yang matang itu pihaknya mengusung kasus itu ke polres agar diproses hukum. 

Menurut dia, Alun saat itu diancam melalui telpon karena dinilai menghambat pelantikan Sekda terpilih. "Bukti dan saksi telah ada dan itu sudah cukup memenuhi unsur," ujar Eko sambil menyodorkan bukti ke polisi, Kamis (2/4/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda Bondowoso, Syaifullah dilaporkan ke Polres Bondowoso, oleh Eko Saputro,SH.MH, dan kedua rekannya, Abdul Halik,SH serta Slemet Riyanto, SH, atasnama Alun Taufana Sulistiyadi sebagai pelapor terkait dugaan pengancaman terhadap pelapor.

Eko Saputro menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada 29 Juli 2019. Saat itu, Syaifullah mengatakan, jika tidak menuruti kemauannya akan melengserkan Pak Alun dari jabatanya sebagai kepala BKD,” kata Eko Saputro.

Meski dalam ancaman, Alun tetap diam dan tidak melakukan perlawanan. Namun, setelah dilengserkan dari jabatan Kepala BKD, ia dan keluarganya merasa dirugikan akibat ulah Syaifullah. Kendati demikian, Alun tetap berusaha bersabar. Tetapi kata Eko, Sekda seringkali menyinggung masalah tersebut diberbagai tempat sehingga ia dan keluarganya merasa tidak nyaman dan terancam jiwanya.

“Karena kalien saya dirugikan, maka saya harus mengambil sikap tegas, bahwa Syaifullah menebarkan ketakutan dan ancaman. sebagaimana diatur dalam pasal 368 subsidaer 355 KUHP,” tegasnya.

Dan ternyata tak lama setelah Saifullah menjadi Sekda, Alun kemudian dipecat dan kini menjadi staf biasa.

"Jadi meski kasus ini sudah terjadi beberapa bulan lalu namun hal itu tetap tidak kadaluarsa kecuali interval waktunya sudah 12 tahun," katanya.

Eko meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa kalaennya, hingga ke pengadilan. Sebab, perbuatan terlapor tekah membuat kalaennya tidak bisa bekerja maksimal.

Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Jamal membenarkan laporan itu. Kata dia pihaknya masih akan mempelajari laporan tersebut.

Sementara itu, Sekda Saifullah enggan menanggapi masalah tersebut saat dihubungi melalui whatsapp.

"Iya, mas. Saya masih memimpin rapat ini dengan para kades," ujarnya.(cw1)
 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Bondowoso Berita Bondowoso

Berita Lainnya