Anggota polisi yang diduga nyamar jadi pendemo hingga dipukul polisi berseragam. (Foto: Screenshoot)
Anggota polisi yang diduga nyamar jadi pendemo hingga dipukul polisi berseragam. (Foto: Screenshoot)

Publik sempat dihebohkan dengan dugaan anggota polisi yang menyamar menjadi massa pendemo dan menggunakan almamater sebuah kampus.  Pria tersebut disebut-sebut sebagai polisi yang menyamar dan memprovokasi unjuk rasa para mahasiswa di Jambi.  

Hingga akhirnya di video itu ditunjukkan polisi tanpa seragam sempat bentrok dengan polisi berseragam yang saat itu bertugas.  Disebutkan polisi yang menyamar itu dipukul polisi berseragam, namun polisi tak berseragam membela polisi yang memyamar tersebut.

Baca Juga : 15 Pelajar Diamankan, Polresta Malang Panggil Orang Tua

Terkait video yang viral itu, pihak Polri pun angkat bicara.  Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan pria berbaju almamater hijau itu bukanlah aparat kepolisian. "Yang ditangkap pakai baju almamater hijau saat kejadian adalah benar-benar mahasiswa," kata Awi.  

Di sisi lain, Mabes Polri mengungkapkan bahwa kejadian adu mulut dan kericuhan antara sesama polisi itu disebabkan kesalahpahaman.  

Awi mengungkapkan, saat itu mahasiswa dari Universitas Batanghari (Unbari) Jambi sedang diamankan oleh aparat berbaju preman dari Intel Brimob Jambi.  Namun, salah seorang aparat lain dari satuan sabhara mencoba memukul mahasiswa itu.  

"PA (aparat berbaju preman) yang amankan mahasiswa. Menghalang-halangi anggota sabhara yang mau memukul. Makanya ada salah paham," ujar Awi.

Awi lantas mengatakan, saat ini kesalahpahaman itu sudah klir setelah tahu yang membawa mahasiswa tersebut adalah PA intel Brimob.  

Awi juga menyinggung bahwa narasi yang ditulis dan beredar di medsos hingga viral itu dibuat seolah-seolah polisi menyamar jadi mahasiswa dan dibawa aparat lain.   "Sama netizen, dibikin narasi macam-macam. Mahasiswa ditangkap karena anarkis, melawan petugas," ucap dia.

Baca Juga : Heppiii Comunity Gerakkan Warga Desa Untuk Donor Darah

Sebelumnya video itu diunggah oleh akun Twitter yakni @Lini_ZQ.  “Footage wajib ditonton! Seorang perwira nyamar jdi massa aksi pakai almet, dianggap provokatif oleh polisi berseragam Ditangkap & Dipiting Teman sesama non seragam belain sampai pukul2an sama yg berseragam dan teriak ‘itu perwiraku woy’ Apa yg bisa kita simpulkan dr video ini?” tulis akun @Lini_ZQ.

Tampak di video itu pria beralmamater digiring oleh aparat tanpa seragam dan dipukul beberapa kali oleh polisi berseragam.  Dari situlah kesalahpahaman terjadi antara aparat tanpa seragam dan polisi berseragam.