Pelaksanaan apel gelar pasukan, jumlah personil dibatasi dan tetap mengutamakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19
Pelaksanaan apel gelar pasukan, jumlah personil dibatasi dan tetap mengutamakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19

Kabupaten Banyuwangi merupakan wilayah yang rawan akan bencana. Potensi bencana Banyuwangi sangat beragam, mulai dari bencana gunung api, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir. 

Kerawanan bertambah seiring dengan masuknya musim penghujan di daerah Banyuwangi yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor dan banjir di sejumlah titik. 

Baca Juga : BPBD Tulungagung Bekali Relawan Penanggulangan Covid-19

Hal itu disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat memimpin apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana hidrometeorologi di alun-alun Blambangan, Jl. Diponegoro No.2, Kepatihan, Kabupaten Banyuwangi, Rabu, (21/10/2020). 

Menurut Anas, dengan adanya potensi itu, maka kita harus siap siaga dalam mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. Salah satunya bencana hidrometeorologi. 

"Apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan seluruh elemen di Banyuwangi," kata Azwar Anas. 

Azwar Anas melanjutkan, keberhasilan penanggulangan bencana tentunya bergantung pada sistem penanggulangan bencana dengan penunjang sarana dan prasarana yang mumpuni. Serta koordinasi yang baik antar stakeholder dan masyarakat di wilayah rawan bencana.

“Mari kita bahu membahu terus melatih terkait dengan kesiapsiagaan demi mewujudkan budaya siaga bencana melalui rencana aksi daerah dalam pengurangan resiko bencana,” ujarnya.

Apel yang diikuti oleh sejumlah personil gabungan dari berbagai unsur serta relawan itu terdiri dari jajaran Pemkab Banyuwangi, TNI, Polri, Basarnas, BNPB,  PMI. serta Ormas seperti Orari, Rapi, Barac dan Senkom Mitra Polri. 

Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Yuli Eko Purwanto, menambahkan, apel ini dalam rangka bagian dari upaya pengecekan personil dan materil untuk menunjang kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Banyuwangi. 

Baca Juga : Masuki Musim Penghujan, Plt Bupati Jember Tekankan Pencegahan Hadapi Bencana

“Meski bencana ini tidak kita inginkan, tetapi kita sudah siap jauh-jauh hari untuk menghadapi bencana,” ujar Yuli Eko. 

Dirinya menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengindentifikasi sejumlah titik rawan bencana di Kabupaten Banyuwangi. Seperti daerah pegunungan yang rawan akan bencana gunung berapi dan tanah longsor, gempa bumi, tsunami dan air rob di pesisir laut. 

“Rawan bencana di Banyuwangi kompleks, mulai dari gunung merapi, gempa bumi, laut, dan potensi kebakaran hutan yang terjadi tahun lalu,” jelasnya.  

Untuk itu, seluruh stakeholder perlu mengantisipasi dan menjamin penanganan kebencanaan berjalan dengan baik dengan melakukan sinergi. Maka simulasi dilakukan untuk mengecek dan mengukur sejauhmana kesiapan sejumlah fihak terkait mengenai tugas pokok, fungsi dan peran masing-masing sehingga sigap dan dapat bertindak cepat dan tepat dalam menanggulangi bencana khusunya di Kabupaten Banyuwangi.