Lembaga Survei Charta Ungkap Ada "Bayang" Jokowi di Balik Kemenangan Gibran dan Bobby | Bondowoso TIMES

Lembaga Survei Charta Ungkap Ada "Bayang" Jokowi di Balik Kemenangan Gibran dan Bobby

Dec 10, 2020 10:05
Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution (Foto: Merdeka.com)
Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution (Foto: Merdeka.com)

Lembaga survei Charta Politika Indonesia turut memberikan tanggapan terkait keunggulan sementara Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution dalam Pilkada Serentak 2020.  

Diketahui, Gibran Rakabuming mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo. Sementara Bobby sebagai Wali Kota Medan.  

Baca Juga : Versi Hitung Cepat, Santoso Kalahkan Anak Mantan Wali Kota Samanhudi Anwar

Terkait hal ini, peneliti Charta Politika Indonesia Ardha Ranadireksa menilai perolehan suara terbanyak sementara berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count Gibran dan Bobby ini tak lain terjadi karena "bayang" Presiden Jokowi.

"Unggul suara Bobby salah satunya terjadi karena popularitas sudah tidak jadi problem utama. Bobby dengan segala pro-kontranya seperti tudingan dinasti politik, tapi segi itu malah menaikkan sosialisasi dan memberikan pengenalan dia terhadap masyarakat," kata Ardha.

Ardha lantas menyampaikan syarat paslon untuk mendapatkan kemenangan ada tiga faktor. Yaitu popularitas, tingkat kesukaan masyarakat, dan elektabilitas.  

Dalam hal ini, elektabilitas Bobby mulai meningkat setelah beberapa kebijakan Akhyar selama menjabat sebagai wali kota dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi publik.  

"Dari beberapa survei Charta Politika, Akhyar Nasution kinerjanya tidak dinilai bagus. Sangat disayangkan dalam menuju hari-H, terjadi banjir di Medan saya pikir itu punya andil elektabilitas angka kecewa dengan Akhyar," jelasnya.

Diketahui dari hasil hitung cepat (quick count) Bobby unggul dengan mendapatkan 50 persen suara dari 99 persen suara yang masuk. Sementara untuk Gibran, Ardha menyebut jika dinamika politik Solo ini hampir mirip dengan yang terkadi di Medan.  

Baca Juga : Dengan Jiwa Besaar, Ini Kata Faida Ketika Tahu Lawannya Unggul

Kedua kota ini, kata Ardha, tak bisa lepas dari "bayang" Jokowi. Namun, Ardha menilai jika langkah Gibran ini untuk maju sebagai orang nomor satu di Solo lebih sulit daripada Bobby.  

Menurut Ardha, Gibran harus berupaya untuk bisa mengalahkan bayangan dan kinerja ayahnya serta Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.  

"Kalau Gibran-Bobby hal serupa tapi tak sama. Sama-sama ada keterkaitan dengan Presiden Jokowi, tapi memang di Solo kebetulan ada Jokowi sendiri sebagai Wali Kota Solo saat itu selama 2 periode," kata Ardha.

Dari hasil hitung cepat diketahui pasangan Gibran-Teguh mengantongi suara 87 persen lebih.

Topik
berita viral

Berita Lainnya