Wanita Sosialita Ini Dikenal sebagai Simpanan Pangeran hingga Pembunuh | Bondowoso TIMES

Wanita Sosialita Ini Dikenal sebagai Simpanan Pangeran hingga Pembunuh

May 04, 2021 09:50
Marguerite Alibert (Foto: historyofyesterday.com)
Marguerite Alibert (Foto: historyofyesterday.com)

INDONESIATIMES - Sosok Marguerite Alibert dikenal sebagai wanita sosialita Prancis dan kekasih gelap Pangeran Edward VIII. Di balik kehidupan glamornya, ternyata ada perjalanan panjang berliku yang  dialami Marguerite Alibert.

Marguerite  yang juga dikenal sebagai Maggie Meller lahir di Paris,9 Desember 1890. Ia berasal dari keluarga miskin. 

Baca Juga : Di Tulungagung, Mokel Hanya Ada di Bulan Ramadan, Inilah Artinya

Marguerite  selalu mencoba melakukan berbagai cara untuk mendapat uang. DIlansir melalui medium.com, kerasnya kehidupan telah dirasakan sejak ia remaja. 

Dia bahkan hamil di usia 16 dan diusir dari rumah. Wanita itu lantas memutuskan bekerja sabagai wanita tunasusila di area masyarakat kelas atas dan mendapatkan banyak uang dari sana.

Hingga akhirnya pada tahun 1917, Marguerite berkenalan dengan Pangeran Edward VIII yang merupakan penerus tahta Kerajaan Inggris. Dari pertemuan itulah, keduanya menjalin hubungan rahasia. 

Sang pangeran kala itu sangat terpesona terhadap sosok Maggie.  Ia bahkan memercayai Maggie dengan rahasia kenegaraan yang ditulisnya dalam surat-surat untuk wanita itu.

Hubungan gelap itu bertahan sekitar setahun lamanya. Marguerite pun mulai melihat cinta sebagai cara untuk ia mendapat uang demi kelangsungan hidup.

Tak lagi bersama sang pangeran, Maggie kembali menjalin kasih dengan pria-pria kaya lainnya. Ia bahkan bisa dibilang masuk dalam jajaran elite Prancis dengan kehidupan glamor yang didapat dari pasangannya.

Dari kehidupan miskin, Marguerite  mendadak bertransformasi menjadi wanita kaya dengan memiliki apartemen mewah, kuda, mobil dan sejumlah asisten rumah tangga.

Kendati demikian, ia masih merasa bahwa hidupnya belum stabil. Ia pun mencoba membangun rumah tangga yang baik dengan menikahi Ali Kamel Fahmy Bey yang merupakan pria kaya asal Mesir.

Dari pernikahan itu, Maggie mendapat julukan putri. Sayang, lagi-lagi hubungan keduanya tidak harmonis karena Maggie tidak suka diatur oleh sang suami. 

Tingkah Maggie juga disebut membuat suaminya malu. Sedangkan Ali juga diklaim telah memperlakukan dirinya dengan tidak wajar. 

Baca Juga : Salahuddin Kalahkan Tentara Salib, Pembantaian Yerusalem Dibalas Misi Damai

Kabarnya Maggie telah mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Tak disangka, pernikahan itu membuat Marguerite tidak tahan. 

Hingga akhirnya ia nekat membunuh Ali Kamel Fahmy Bey. Maggie menembak suaminya pada 9 Juli 1923 di sebuah hotel di London.

Kasus pembunuhan ini lantas membuat nama Marguerite  semakin dikenal. Ia membunuh sang suami, namun terbebas dari segala hukuman.

Bebasnya Marguerite ini ternyata ada hubungannya dengan percintaannya di masa lalu. Saat ia bersama Pangeran Edward VIII, Maggie telah mendapat banyak surat yang di dalamnya tertulis rahasia penting dari Kerajaan Inggris.

Ia pun sempat mengancam akan menyebar surat itu. Untuk diketahui, jika sampai tersebar, maka itu memberi dampak buruk pada Kerajaan Inggris.

Kesepakatan pun lalu dibuat. Maggie akan dibebaskan dari kasus pembunuhan dengan syarat surat-surat dari Pangeran Edward VIII tidak disebar ke publik.

Persidangan Maggie kala itu  menjadi momen yang ditunggu banyak orang karena kepopulerannya. Ia segera bebas dan kembali ke rumahnya di Paris.

Setelah kematian sang suami dan terbebas dari kasus pembunuhan, Maggie melanjutkan hidup mewahnya di Paris hingga akhir hayat. Ia meninggal di usia 80 tahun dengan masih membawa gelar suaminya. 

Topik
Kisah Marguerite Alibert Kisah sosialita

Berita Lainnya