7 dari 31 Kecamatan di Jember Masuk Zona Hijau | Bondowoso TIMES

7 dari 31 Kecamatan di Jember Masuk Zona Hijau

May 07, 2021 18:00
Bupati Jember H. Hendy Siswanto bersama dengan Wakil Bupati Jember KH. BM Barlaman (foto : dokumen / Jatim TIMES)
Bupati Jember H. Hendy Siswanto bersama dengan Wakil Bupati Jember KH. BM Barlaman (foto : dokumen / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES – Menjelang lebaran Idul Fitri kedua di tengah pandemi Covid-19, kabar baik datang dari 7 kecamatan di Jember dari 31 kecamatan yang ada. Yakni, Kecamatan Kencong, Mumbulsari, Myang, Ledokombo, Pakusari, Arjasa dan Jelbuk semuanya dinyatakan sebagai kecamatan dengan zona hijau penyebaran Covid-19.

“Ada 7 Kecamatan di Jember yang saat ini sudah memasuki zona hijau, ini kabar baik. Meski sudah masuk zona hijau, kami berharap masyarakat di 7 kecamatan tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan dengan adaptasi kebiasaan baru. Mudah-mudahan kecamatan lain yang saat ini masuk zona kuning bisa segera menyusul menjadi zona hijau,” ujar Bupati Jember H. Hendy Siswanto.

Baca Juga : Penghalang Terdepan Hijrah Muslim ke Habasyah, Dijuluki "Pembebas Mesir"

Untuk menghadapi lebaran idul fitri tahun ini, Pemkab Jember melalui Satgas Covid-19 sudah menyiapkan 4 posko pantau untuk mengantisipasi adanya pemudik yang masuk ke Kabupaten Jember, serta memantau pergerakan masyarakat selama lebaran.

“Kami sudah membuat 4 posko sebagai upaya memantau pergerakan masyarakat dalam berlebaran,” jelas Hendy.

Sementara Plt Kepala BPBD Kabupaten Jember M. Jamil, pada kesempatan lain mengatakan, bahwa dari Kabupaten Jember saat ini menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro sejak Januari 2021.

Hasil dari PPKM Mikro ini, dari 1.500 lebih RT (rukun tetangga) yang ada di Jember, hanya ada 24 rt yang masih zona kuning, sehingga larangan mudik pada momentum lebaran tahun ini juga sebagai upaya Pemkab Jember dalam mempertahankan statusnya sebagai zona hijau.

Baca Juga : Sindikat Pengedar Bubuk Mercon Disikat Polres Bondowoso

“Pemkab Jember melarang mudik, dikarenakan banyak masyarakat yang berasal dari zona yang berbeda-beda. Ada yang dari zona merah, kuning maupun hijau. Jika tidak ada larangan dikhawatirkan terjadi kontak erat, sehingga daerah yang awalnya zona kuning, bisa menjadi zona merah,” ujar M. Jamil.

Jamil pun berharap, selama merayakan lebaran, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 5 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi aktivitas, dan Menghindari kerumunan).

Topik
Bupati Jember zona hijau di jember kecamatan di jember bpbd kabupaten jember

Berita Lainnya