Taat Beribadah dan Syuhada di Perang Yarmuk, Orang Tuanya Musuh Islam Nomor Wahid | Bondowoso TIMES
Penentang Islam yang Akhirnya Jadi Pahlawan Islam  4

Taat Beribadah dan Syuhada di Perang Yarmuk, Orang Tuanya Musuh Islam Nomor Wahid

May 08, 2021 18:42
Ilustrasi (Foto: Kataba Islam)
Ilustrasi (Foto: Kataba Islam)

INDONESIATIMES - Abu Jahal dikenal sebagai musuh nomor wahid bagi Islam pada zaman Rasulullah Muhammad SAW. Pria bernama asli Amr bin Hisyam itu tewas dalam Perang Badar tahun kedua Hijriah.

Amr bin Hisyam dijuluki Abu Jahal (Bapak Kebodohan) karena dialah yang paling keras menentang kebenaran Islam. 

Baca Juga : Masjid Badshahi yang Kemegahannya Sudah Terlihat dari Jarak 16 Km, Pernah jadi Pangkalan Militer

 

Nah, Abu Jahal punya seorang putra bernama Ikrimah.  Putra Abu Jahal ini masih berusia 30 tahun saat Rasulullah SAW mulai menyampaikan dakwah Islam secara terbuka. 

Ikrimah dikenal sebagai seorang bangsawan Quraisy yang dihormati, kaya, dan berasal dari keturunan ningrat. Sebelum masuk Islam, Ikrimah juga seorang penentang Islam garis keras. 

Diketahui, Ikrimah di bawah pengaruh  sang ayah untuk memusuhi Rasulullah SAW dan Islam. Ikrimah  merupakan salah satu kesatria Quraisy yang dikagumi. 
Ia melakukan permusuhan terhadap Islam secara sembunyi maupun terang-terangan. Berbagai cara dilakukan untuk melawan arus dakwah Islam dan memerangi Rasulullah SAW. 

Bahkan, Ikrimah sempat menyiksa para sahabat dengan kejam dan menimpakan berbagai bentuk penderitaan kepada kaum muslim hingga membuat hati ayahnya senang. 

Ketika Abu Jahal memimpin pasukan musyrik dalam Perang Badar, Ikrimah menjadi tangan kanan sang ayah. Namun, Abu Jahal mati di medan Badar meskipun Ikrimah telah membelanya habis-habisan.

Mengadakan Perlawanan saat Penaklukan Makkah

Dalam Penaklukan Makkah oleh kaum Muslimin, pihak kafir Quraisy benar-benar tidak berdaya. Mereka tak punya kekuatan menghadapi gelombang kaum Muslimin yang bergerak dari arah Madinah. 

Bagaimanapun, tak ada pertumpahan darah dalam Penaklukan Makkah. Sebab, begitulah komitmen Rasulullah SAW. 

Sasaran Rasulullah hanya meruntuhkan berhala-berhala. Tujuannya untuk menyadarkan sekalian manusia bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah. 

Para petinggi kafir Quraisy pun sudah memutuskan diam di tempat. Tak ada lagi yang menghalangi Rasulullah SAW dan kaum Muslim untuk menguasai Makkah. 

Tetapi, dalam peristiwa ini, Ikrimah bertindak lain. Dia masih tidak suka terhadap pengaruh Islam. Ia hendak melawan konsensus para pemuka Quraisy itu sehingga memimpin beberapa pengikutnya menyerang pasukan Muslim. 

Namun, upaya Ikrimah berhasil dipatahkan oleh Khalid bin Walid. Lantaran takut dihukum mati, Ikrimah melarikan diri ke arah Yaman.

Dimintakan Ampun Istrinya ke Rasulullah

Mengetahui kekalahan suaminya dalam peristiwa Penaklukan Makkah, istri Ikrimah, yakni Ummu Hakam, memohon kepada Rasulullah SAW agar mengampuni suaminya itu. Permohonan itu akhirnya dikabulkan. 

Ummu Hakam segera menyusul suaminya ke Yaman. Belum sampai di tujuan, ia mendapati sang suami sedang bersembunyi di suatu tempat. 

Ummu Hakam lantas membujuk Ikrimah agar bersedia kembali ke Makkah dengan jaminan ampunan dari Rasulullah SAW.

Ikrimah Masuk Islam

Baca Juga : Umat Islam Dilarang Puasa di 9 Hari ini, Apa Saja? 

 

Saat Ikrimah dan istrinya hampir tiba di Kota Makkah, Rasulullah SAW berkata kepada para sahabat: "Ikrimah bin Abu Jahal akan datang ke tengah-tengah kalian sebagai Mukmin dan Muhajir. Karena itu, janganlah kalian memaki ayahnya. Sebab, memaki orang yang sudah meninggal berarti menyakiti orang yang hidup. Padahal makian itu tidak terdengar oleh orang yang sudah meninggal."

Ketika Ikrimah dan istrinya masuk majelis Rasulullah SAW, beliau menyambutnya dengan gembira. Lalu saat Rasulullah SAW duduk kembali, Ikrimah duduk pula di hadapan beliau dan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda keislamannya. 

Ikrimah pun memohon kepada Rasulullah untuk mendoakan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa dan kesalahannya yang telah lalu. Rasulullah pun memenuhi permintaan Ikrimah itu.

Wajah Ikrimah pun berseri-seri. Kemudian ia berkata: "Demi Allah, ya Rasulullah, tak satu sen pun dana yang telah saya keluarkan untuk memberantas agama Allah di masa lalu, melainkan mulai saat ini akan saya tebus dengan dengan mengorbankan hartaku berlipat ganda untuk menegakkan agama Allah. Dan tak seorang pun kaum Muslimin yang telah gugur di tanganku, melainkan akan kutebus dengan membunuh kaum musyrikin berlipat ganda, demi untuk menegakkan agama Allah."

Gigih Berjuang demi Islam

Sejak masuk Islam, Ikrimah menggabungkan diri ke dalam barisan dakwah sebagai anggota pasukan berkuda yang cekatan dan gagah berani di medan perang.  Ikrimah juga menjadi seorang ahli ibadah dan pembaca Alquran yang tekun di masjid.

Saat terjadi Perang Yarmuk melawan pasukan Romawi, Ikrimah maju berperang seperti kesetanan. Melihat tindakan nekat itu, Khalid bin Walid yang menjadi panglima pasukan segera mengejar. "Ikrimah, kamu jangan bodoh! Kembali! Kematianmu adalah kerugian besar bagi kaum Muslimin."

Namun Ikrimah tak peduli dengan peringatan tersebut. "Biarkan saja, ya Khalid. Biarkan aku menebus dosa-dosaku yang telah lalu. Aku telah memerangi Rasulullah di beberapa medan peperangan. Pantaskah setelah masuk Islam, aku lari dari tentara Romawi ini? Tidak, sesekali tidak!" Kemudian dia berteriak, "Siapakah yang berani mati bersamaku?"

Beberapa orang lantas segera melompat ke samping Ikrimah. Kemudian mereka menerjang ke depan, menghalau pasukan lawan yang terus maju.

Akhirnya, walau korban berjatuhan, mereka berhasil memukul mundur pasukan Romawi dengan kemenangan yang gemilang.

Di akhir pertempuran, di bumi Yarmuk berjejer tiga mujahid Muslim yang terkapar dalam keadaan kritis. Mereka yang menderita luka sangat parah ialah Al-Harits bin Hisyam, Ayyasy bin Abi Rabi'ah, dan Ikrimah bin Abu Jahal.

Al-Harits lalu meminta air minum. Ketika air didekatkan ke mulutnya, ia melihat Ikrimah dalam keadaan seperti yang ia alami. "Berikan dulu kepada Ikrimah," kata Al-Harits.

Ketika air didekatkan ke mulut Ikrimah, ia melihat Ayyasy menengok kepadanya. "Berikan dulu kepada Ayyasy!" ujar Ikrimah.

Hingga akhirnya, saat air minum didekatkan ke mulut Ayyasy, dia telah wafat. Orang yang memberikan air minum segera kembali ke hadapan Harits dan Ikrimah. Namun keduanya pun telah wafat sebagai syuhadah.

Topik
kisah islami sejarah islam Ikrimah Bin Abu Jahal

Berita Lainnya