Soal Aturan Mudik Berubah, Polres Jember Dirikan 5 Pos Penyekatan | Bondowoso TIMES

Soal Aturan Mudik Berubah, Polres Jember Dirikan 5 Pos Penyekatan

May 08, 2021 19:26
Kasatlantas Polres Jember AKP. Jimmy Heriyanto Manurung (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Kasatlantas Polres Jember AKP. Jimmy Heriyanto Manurung (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES - Baru 2 hari lalu, tepatnya Kamis 6 Mei 2021, warga Kabupaten Jember dan 4 kabupaten lainnya, yakni Lumajang, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi yang masih dalam 1 rayon 3 di Jawa Timur mendapat kabar baik tentang diperbolehkannya berkunjung antar kabupaten yang masih dalam 1 rayon.

Namun kabar gembira ini hanya sesaat, hal ini setelah adanya aturan baru yang dikeluarkan pemerintah tentang mudik lokal. Di mana sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pemerintah melarang warga untuk mudik lokal di wilayah Aglomerasi (eks Besuki) yang masih dalam 1 rayon.

Baca Juga : Film Terbaru Ice Paris dan Tor Bertajuk "Ghost Lab" akan Tayang 26 Mei

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di wilayah Aglomerasi (Eks. Besuki) di berbagai wilayah di Indonesia. Terlebih varian Covid-19 yakni B.1.1.7, B.1.617 dan B.1.351. sudah terdeteksi masuk ke Indonesia.

Di mana, varian Covid-19 ini terus berubah melalui mutasi, dan lebih cepat proses penyebarannya. Varian baru virus diprediksi akan terus muncul seiring berjalannya waktu. Berbagai varian virus yang menyebabkan Covid-19 telah dilaporkan di dunia selama masa pandemi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jember AKP Jimmy H Manurung menyampaikan, memang beberapa waktu lalu diberitakan oleh beberapa media, bahwa untuk wilayah Aglomerasi (Eks. Besuki) tidak ada penyekatan dan diperbolehkan untuk mudik lokal antar kabupaten se-aglomerasi (1 rayon).

"Namun dengan adanya peraturan baru dari tim Gugus Tugas Covid-19 pemerintah pusat, bahwa semua masyarakat dilarang untuk mudik, termasuk mudik lokal," ujar Jimmy.

Untuk memecah kebingungan masyarakat terkait larangan mudik lokal di wilayah aglomerasi, Jimmy menegaskan, bahwa pemerintah melarang apa pun bentuk mudik, entah itu antar lintas Provinsi, Kabupaten dan Aglomerasi.

Lanjut Jimmy, larangan tersebut guna mencegah dan maksimal interaksi fisik sebagai cara transmisi virus dari satu orang ke orang lain.

Baca Juga : Niat, Hukum, Tata Cara dan Ketentuan Pelaksanaan Mengganti Puasa Ramadan

"Namun perlu ditekankan bahwa kegiatan lain selain kegiatan mudik di dalam satu wilayah kota/kabupaten aglomerasi, khususnya di sektor-sektor esensial, akan tetap beroperasi tanpa penyekatan apa pun demi melancarkan kegiatan sosial ekonomi daerah," ungkapnya.

Jimmy mengatakan, untuk penyekatan nanti akan dilakukan di perbatasan-perbatasan di 5 Kabupaten, seperti di perbatasan Jember - Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Lumajang.

"Kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Jember, untuk tidak melaksanakan mudik lokal dulu sampai kondisi benar-benar normal kembali. Demi menjaga keselamatan kita bersama, kita tidak tahu perkembangan covid-19 seperti apa. Sebaiknya menghindari kerumunan agar tidak menimbulkan klaster baru dan tetap sama-sama menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya. 

Topik
wilayah aglomerasi Polres Jember pos penyekatan kabupaten jember larangan mudik lokal varian virus corona

Berita Lainnya