Kisah Pilu Nenek 100 Tahun, Tinggal di Rumah yang Bau Menyengat dan Sempit | Bondowoso TIMES

Kisah Pilu Nenek 100 Tahun, Tinggal di Rumah yang Bau Menyengat dan Sempit

May 08, 2021 21:14
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)

INDONESIATIMES - Program berbagi Ngedum Ojir JatimTIMES Network kembali hadir di bulan suci Ramadan 1442 H. Seperti diketahui di bulan suci ini sudah sepatutnya kita saling berbagi dan membantu yang membutuhkan. 

Kisah memprihatinkan sekaligus menggugah hati pada episode Ngedum Ojir Ramadan kali ini datang dari nenek Gaminah. Diceritakan jika nenek Gaminah memiliki suami yang bekerja sebagai tukang becak. 

Baca Juga : Drama Korea The Penthouse Season 3 Resmi Tayang pada 4 Juni 2021

Sementara nenek Gaminah sendiri biasanya mengemis atau minta-minta. Namun saat ini ia sudah tidak bisa melakukan hal tersebut karena sudah tak bisa berjalan.  

Diawali dengan sambutan, Direktur JatimTIMES Network Lazuardi Firdaus, yang ditemani oleh relawan BMH Eni, Manager Iklan JatimTIMES Layla, dan Humas BMH Malang Heruyanto, tim Ngedum Ojir pun menyambangi persinggahan nenek Gaminah yang ada di RT 04-RW 07, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

Tiba di rumah nenek Gaminah, tampak kondisi rumah yang sangat kecil dan tampak kotor serta berantakan. Firdaus pun bertanya berapa usia nenek Gaminah. 

"Satus limolasan,(115, red)," jawab Gaminah. 

Gaminah juga mengatakan jika ia tidak memiliki anak. Saat ditanya, suami dari Gaminah saat itu sedang bekerja sebagai tukang becak. Gaminah pun hanya bisa duduk dan susah berjalan. 

Ia mengatakan jika ia tidak bisa melakukan kegiatan apa-apa. Sehingga sang suami lah yang bekerja dan melakukan kegiatan di rumah. 

Firdaus juga menanyakan apa makanan yang dimakan hari ini oleh Gaminah dan suami. "Godong kates tok," ujarnya. 

Tim Ngedum Ojir pun mendapati sisa makanan milik Gaminah. Yakni berupa singkong godok yang sudah basi dan akan dijemur dan juga sisa nasi. Ia pun menceritakan jika makan daging ayam hanya saat dikasih oleh orang. 

Yang lebih menyedihkan, Gaminah mengatakan jika sang suami saat ini jarang sekali mendapat penumpang. Bahkan hanya bisa 3 hari sekali mendapat penumpang. 

Sang suami biasanya hanya mendapat uang senilai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Gaminah juga mengatakan jika ia juga mendapat bantuan dari pemerintah, seperti beras dan uang tunai senilai Rp 900 ribu. 

Baca Juga : Pretty Guardian Sailor Moon Eternal The Movie akan Tayang 3 Juni di Netflix

Gaminah mengatakan jika uang yang didapat ia pakai untuk membeli jamu. Tim Ngedum Ojir pun lantas berkeliling melihat-lihat kondisi rumah Gaminah. Terlihat kondisi rumah yang sangat kotor dan terbengkalai. Bahkan, Firdaus mengatakan di rumah Gaminah tercium bau yang sangat menyengat. 

Kondisi dapur pun sangat berantakan dan kotor seakan seperti rumah yang lama tidak ditinggali. Hingga tiba waktunya tim Ngedum Ojir memberikan sedikit bantuan kepada Gaminah senilai Rp 1 juta. 

Gaminah pun mengucapkan terima kasih kepada tim Ngedum Ojir. "Kulo tampi amal e panjenengan, seger waras, katah rejekinya,(saya terima amalnya, panjang umur dan banyak rejekinya, red)" ujarnya. 

Program Ngedum Ojir tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pembaca JatimTIMES Network untuk kemudian bisa disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pembaca JatimTIMES Network pun bisa menyampaikan kepeduliannya dan turut berbagi dengan mendatangi atau menghubungi kantor JatimTIMES.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan sedikit kebahagiaan serta memberikan inspirasi mengenai nilai-nilai kehidupan kepada pembaca setia JatimTIMES Network di mana pun berada.

Episode JatimTIMES Ngedum Ojir akan terus berlanjut untuk “Berbagi Kebahagiaan dan Mengukir Senyuman”.

 

Topik
ngedum ojir program ngedum ojir ngedum ojir jatim times nenek gaminah

Berita Lainnya