Ketika Malaikat Maut Kesusahan Mencabut Ruh, Bolak-balik Menghadap Allah | Bondowoso TIMES

Ketika Malaikat Maut Kesusahan Mencabut Ruh, Bolak-balik Menghadap Allah

Jun 22, 2021 12:15
Ilustrasi ketika malaikat maut akan mencabut ruh (istimewa)
Ilustrasi ketika malaikat maut akan mencabut ruh (istimewa)

MALANGTIMES - Ketika ajal telah tiba, maka malaikat maut akan datang untuk mencabut ruh seseorang. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya. 

Namun ternyata, terdapat ruh yang tidak bisa dicabut dari berbagai arah. Malaikat maut pun sampai bingung dengan apa harus mencabut ruh tersebut.

Baca Juga : Progress Pembangunan Buper Glagah Arum Capai  75 Persen

Kisah  kebingungan malaikat maut dalam mencabut ruh tersebut terabadikan dalam Kitab Daqaiq Al Akhbar karya Imam Abdulrahim bin bin Ahmad Al Qadhi.

Disebutkan bahwa malaikat maut diperintahkan Allah SWT untuk mencabut ruh seorang manusia yang diketahui bernama Fulan.  Malaikat maut berusaha mengambil ruh dari mulut. Tetapi, hal tersebut tak bisa dilakukan malaikat maut. Sebab, orang tersebut melakukan protes dengan berzikir kepada Allah SWT.

Karena tak berhasil, malaikat maut pun kemudian kembali menghadap Allah SWT dan memberitahukan kesulitan yang dialaminya. Allah menanggapi dengan memerintahkan mengambil ruh tersebut dari sisi yang lain.

Malaikat maut pun kembali turun dan  mencoba mencabut ruh melalui tangan Fulan. Lagi-lagi, upaya malaikat maut kembali gagal. Sebab, tangan si Fulan sering digunakan untuk bersedekah dan mengelus-elus kepala anak yatim maupun sering berbuat kebaikan  lainnya. Tangan tersebut berkata, 'Bukan dari arahku engkau mengambil ruhku".

Malaikat maut  kembali menghadap Allah SWT dan menyampaikan kesulitan itu. Allah kemudian kembali memberikan perintah untuk mencabut ruhnya dari sisi yang lain. Kali ini adalah dari  kaki.

Tetapi, upaya itu kembali menemui hambatan. Kaki si Fulan berkata, "Aku meringankan langkah untuk salat berjamaah, melaksanakan salat dua hari raya, dan aku tak kenal lelah melangkah menuju majelis taklim. Aku bukan arah menarik ruh itu".

Malaikat maut pun kembali manyampaikan kepada Allah SWT. Dan, Allah memerintahkan untuk mencabut ruh si Fulan dari bagian telinga. Tetapi, telinga Fulan berkata, "Ia sering mendengar bacaan Al-Quran, mendengarkan azan dan mendengarkan zikir."

Kegagalan kembali didapat malaikat maut. Meskipun begitu, Allah SWT masih memerintahkan malaikat maut untuk mencabut ruhnya dari sisi yang lain, yakni dari sisi mata.

Baca Juga : 7 Manfaat Tidur di Kasur Tanpa Ranjang

Namun mata itu berucap, "Kami berdua melihat mushaf Al-Quran, memandang wajah ulama, memandang kedua orang tua, memandang orang-orang saleh. Aku pun bukan arahmu untuk mencabut ruh".

Malaikat maut kembali menghadap Allah dan menyampaikan bahwa setiap sisi yang  akan ia cabut ruh menyampaikan jawaban masing-masing. Aakhirnya Allah  memberikan solusi atas kebingungan yang dialami malaikat maut.

Allah memerintahkan malaikat maut untuk menulis nama Allah di telapak tangan malaikat maut untuk diperlihatkan kepada ruh tersebut. Setelah itu, malaikat maut langsung menemui si Fulan dan memperlihatkan telapak tangannya yang terdapat asma SWT. 

Melihat telapak tangan malaikat maut yang terdapat asma Allah SWT, ruh tersebut bergegas keluar dari jasad si Fulan. Tidak ada rasa sakit pun yang dirasakan.

Sahabat MalangTIMES yang beriman, itulah tadi kisah kebingungan yang dialami malaikat maut. Apa yang diulas di atas kiranya bisa memberikan pengetahuan dan pemahaman betapa Allah SWT berkuasa dan berhak atas segala. Semoga apa yang diulas bisa semakin menambah keimanan kepada Allah SWT.

Proses dicabutnya ruh setiap orang tentu tak sama. Adakalanya malaikat maut mencabut nyawa dengan menyakitkan, bergantung dari amal ibadah. Hal ini tentunya sesuai dengan firman Allah SWT, "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu  orang-orang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata),'keluarkan nyawamu'. Di hari ini kamu akan dibalas dnegan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatnya".(QS Al An nam 93).

Topik
kajian islam Kisah malaikat maut Serba serbi Islam

Berita Lainnya