Jelang Hari Raya Idul Adha, Penjualan Pisau Meningkat | Bondowoso TIMES

Jelang Hari Raya Idul Adha, Penjualan Pisau Meningkat

Jul 06, 2021 19:30
Miftahur Rohman, Salah Seorang Penjual pisau saat menunjukan dagangannya kepada pembeli di Kawasan Pasar Rogojampi Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi/BanyuwangiTIMES)
Miftahur Rohman, Salah Seorang Penjual pisau saat menunjukan dagangannya kepada pembeli di Kawasan Pasar Rogojampi Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi/BanyuwangiTIMES)

BANYUWANGITIMES - Sekitar dua minggu menjelang Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban, penjualan pisau yang biasa digunakan untuk memotong dan menguliti hewan yang disembelih di Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi mengalami kenaikan.

Menurut Miftahur Rohman, salah seorang penjual pisau dan alat-alat pertanian dan bangunan di kawasan Pasar Rogojampi mengungkapkan, biasanya menjelang Hari Raya Kurban masyarakat yang membeli pedang untuk memotong kambing maupun sapi dan pisau untuk menguliti kulit hewan kurban mengalami peningkatan.

Baca Juga : Serbuan Vaksinasi, Percepat Kota Kediri Capai Kekebalan Komunal

“Mendekati pelaksanaan umat Islam melaksanakan salah satu sunah Nabi dengan melakukan  penyembelihan hewan kurban biasanya banyak yang membeli pedang, boding dan pisau yang tajam untuk memotong dan menguliti atau menyeset kulit hewan sembelihan,” jelas Alumni Ponpes Karangmangu-Sarang-Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng) kepada wartawan media ini, Selasa (6/7/2021).

Alumni MTs Negeri Srono itu lebih lanjut menuturkan, untuk pisau kecil yang digunakan untuk menyeset kulit hewan kurban harga jualnya Rp 150 ribu per biji. Kemudian satu buah pedang kecil untuk memotong kambing biasa dijual Rp 350 ribu. Kemudian untuk pedang panjang yang biasa digunakan untuk menyembelih sapi, Miftah menjual dengan harga Rp 250 ribu/biji. Sedangkan boding untuk memotong tulang ada bermacam-macam harga, mulai dari Rp 65 ribu sampai dengan Rp 90 ribu per bijinya.

“InsyaAllah mutu dan kualitas barang dagangan bisa dijamin karena setiap hari berjualan dan menjajakan aneka macam barang mulai pisau, palu, pacul dan perlengkapan tukang bahkan klinting untuk sapi di trotoar dekat  PKU Muhammadiyah Rogojampi ini,” tegas Miftah.

Bahkan untuk menyimpan aneka macam barang dagangannya putra sulung Mashuri itu memiliki los yang dijadikan gudang penyimpanan di dekat terminal Rogojampi. Dan setiap hari memulai membuka usahanya mulai sekitar pukul 08.30 WIB.

Baca Juga : Nekat Izinkan Pengunjung Makan di Tempat Saat PPKM Darurat, 3 Rumah Makan Di Kota Madiun Disegel!

“Selama masa pandemi Covid 19 hasil penjualan setiap hari berkisar Rp 500 ribu sampai dengan Rp 650 ribu. Sedangkan untuk hari pasaran (Rabu) biasanya lebih ramai. Tentu saja doa dan harapan  masyarakat seperti kami  semoga wabah Covid-19 ini segera berakhir agar kehidupan bisa berjalan normal kembali,” pungkas Miftah penuh harap.

Topik
Hari Raya Idul Adha penjual pisau banyuwangi penjualan pisau meningkat Berita Banyuwangi

Berita Lainnya