HMI Bondowoso Desak Pemkab Kembali Izinkan PKL Berjualan di Alun-Alun | Bondowoso TIMES

HMI Bondowoso Desak Pemkab Kembali Izinkan PKL Berjualan di Alun-Alun

Jul 28, 2021 14:23
Ativis HMI dan PKL sedang menyampaikan aspirasi kepada anggotan DPRD (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Ativis HMI dan PKL sedang menyampaikan aspirasi kepada anggotan DPRD (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

BONDOWOSOTIMES - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bondowoso-Situbondo mendesak DPRD Bondowoso untuk segera meminta Pemerintah Daerah mengeluarkan izin Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali berjualan di Alun-alun Ki Bagus Asra.

Aspirasi itu merupakan salah-satu poin yang disampaikan mahasiswa pada audiensi yang dilangsungkan di Kantor DPRD Bondowoso, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga : DPD PKS Beber Sederet Usulan Penanganan Covid-19 di Kota Malang 

 

Juru bicara audiensi, Miftahus Surur, mengatakan, pemerintah harus secepatnya   melonggarkan akses jalan ke alun-alun kota dan memberikan jam operasi kepada para PKL. Menurutnya, hal itu penting dilakukan untuk menjamin masyarakat dapat bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Umum Komisariat At-Taqwa itu menjelaskan, para PKL tidak bisa bertahan hidup jika penutupan dan larangan operasi PKL terus dilanjutkan. Sebab, mata pencaharian PKL sudah mati total sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 3 Juli lalu.

"Jika tidak dibolehkan berjualan meraka mau makan apa," sesalnya.

Mahasiswa STAI At-Taqwa itu menilai selama ini Pemkab Bondowoso gagal dalam memberikan jaminan hidup bagi masyarakat yang terdampak PPKM. Hal itu terbukti karena hingga PPKM perpanjang, PKL tak pernah merasakan manisnya bantuan.

"Katanya ada anggaran pedagang terdampak PPKM. Buktinya mana," tanya Surur.

Sementara itu, Koordinator PKL Bondowoso Mujuati yang ikut bersama mahasiswa mengatakan tak begitu membutuhkan bantuan uang dari pemerintah. Melainkan membutuhkan kebijakan proporsional yang memihak kepada masyarakat kecil. 

"Mohon maaf bukan kami tidak mau uang. Tapi tolong pemerintah jangan memberikan umpan. Kita ini butuh kail. Kalau bantuan itu paling cuma cukup untuk  menyambung hidup 1 hingga 2 hari," tegasnya.

Baca Juga : Kilas Balik Sejarah, Wajah Pemkot Kediri Tempoe Doeloe Dipamerkan 

 

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso, Ady Kriesna, mengaku telah mengantongi aspirasi yang disampaikan dan secepatnya akan direkomendasikan dalam rapat kerja dengan Satgas Covid-19 yang direncanakan digelar besok.

"Besok kita rapat kerja Satgas Covid-19," ungkapnya.

Ketua DPD Golkar Bondowoso tersebut menegaskan, selama aspirasi atau permintaan tersebut tidak melanggar ketentuan pemerintah pusat, maka kemungkinan besar pembukaan akses dan pembukaan jam operasi PKL bisa terwujud.

"Memang ada kelonggaran di PPKM lanjutan ini. PKL memang boleh jualan tapi fasilitas umum tidak boleh dibuka. Ini yang masih perlu dibicarakan," pungkasnya. 

Topik
DPRD Bondowoso ppkm darurat Himpunan Mahasiswa Islam nasib pkl

Berita Lainnya