Siswa di Bondowoso Mulai Terpapar Covid-19, Dispendik Terapkan Sekolah Daring Mulai 21 Februari | Bondowoso TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Siswa di Bondowoso Mulai Terpapar Covid-19, Dispendik Terapkan Sekolah Daring Mulai 21 Februari

Feb 18, 2022 18:52
Ilustrasi Belajar Daring. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Belajar Daring. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Dinas Pendidikan Bondowoso akan kembali menerapkan sekolah daring pada semua jenjang lembaga pendidikan mulai Senin (21/2/2022) mendatang. Kebijakan itu diambil setelah terdapat adanya siswa yang terpapar covid-19.

Kepala Dispendik Bondowoso, Sugiyono Eksantoso mengungkapkan, instruksi tersebut disampaikan ke sekolah-sekolah melalui surat per tanggal 18 Februari 2022. 

Baca Juga : Lonjakan Kasus Covid-19 di Kepanjen Diawali Klaster Rombongan Kasek Kegiatan di Luar Kota

Dalam surat tersebut ada lima poin, yang salah satu isinya yakni kembali belajar jarak jauh atau daring 100 persen. Sementara, tenaga pendidik dan kependidikan tetap masuk dinas dan melaksanakan proses belajar mengajar secara daring dari sekolah. 

"Daringnya sampai nunggu situasi, nanti kan ada edaran lagi saya. Nanti kalau sudah tenang, nyaman baru luring lagi," ungkapnya dikonfirmasi Jum'at (18/2/2022).

Ia menyebutkan, langkah ini diambil mengingat telah beberapa pelajar SMP di Kabupaten Bondowoso yang terkonfirmasi positif virus Corona. Yakni di SMP Negeri 1 Bondowoso ada sekitar 13 orang termasuk guru. Kemudian di SMP Negeri 3 Bondowoso juga ada 9 pelajar yang terpapar covid-19.

Pria yang akrab disapa Sugiyono ini mengakui, pembelajaran daring memang secara kualitas tak bisa dibandingkan ketika pembelajaran tatap muka. Namun demikian, pihaknya terpaksa melakukan itu demi keselamatan dan kesehatan anak-anak dan guru. 

"Mengutamakan keselamatan dan kesehatan anak-anak dan guru," ujarnya.

Disebutnya, pihaknya akan meminta pengawas aktif turun untuk meninjau dan memastikan bahwa lembaga pendidikan tak ada yang melanggar surat edaran tersebut. 

Begitupun juga dengan guru dan tenaga pendidikan yang tak masuk akan dipantau. Kecuali, yang bersangkutan sakit atau karena alasan lain. 

Baca Juga : Eks Menristekdikti Dorong Percepatan Kuliah Online Terintegrasi

"Ya mengajarnya dari sekolah, kecuali yang karena sakit. Ya silakan isolasi mandiri dulu," ungkapnya. 

Disinggung terkait vaksinasi pelajar SMP dan anak usia 6-12 tahun, kata Sugiyono, untuk pelajar SMP telah menyentuh angka 90 persen, kecuali karena sakit. 

"Sudah divaksin, malah yang SMP itu sudah menyentuh 90 persen. Kecuali karena sakit," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
pembelajaran tatap muka bondowoso pembelajaran daring bondowoso

Berita Lainnya