Dam Groundsill Kali Asem Jebol, Wabup Lumajang: Buat Groundsill Sementara  | Bondowoso TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Dam Groundsill Kali Asem Jebol, Wabup Lumajang: Buat Groundsill Sementara 

Mar 19, 2022 12:10
Groundsill Sementara  Dam Kali Asem Gambirann yang jebol (Foto: Teguh Eko Januari -JatimTimes)
Groundsill Sementara Dam Kali Asem Gambirann yang jebol (Foto: Teguh Eko Januari -JatimTimes)

JATIMTIMES - Jebolnya dam groundsill Gambiran Kelurahan Rogotrunan akibat diterjang banjir Februari 2021 lalu, hingga kini belum diperbaiki. Persawahan warga seluas 400 hektare (ha) di tiga wilayah yakni Kelurahan Rogotrunan, Desa Boreng dan Desa Blukon hingga kini juga belum mendapat pasokan air.

Para petani pertengahan bulan lalu (15/2/2022) telah berkeluh kesah kepada Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Bunda Indah. Menanggapi persoalan tersebut, Bunda Indah akan membuatkan groundsill sementara agar persawahan para petani dapat menerima pasokan air.

Baca Juga : HPSN Kota Kediri 2022, Bunda Fey: Kesadaran ntuk Kurangi dan Pilah Sampah Harus Terus Didorong

Menurut Bunda Indah anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki Dam Gambiran sekitar Rp 1,5 miliar. Sedangkan untuk memperbaiki secara permanen membutuhkan anggaran sebesar Rp 9 miliar.  

Saat ini setengah dari panjang groundsill tersebut jebol dan yang mengkhawatirkan lagi adalah posisi jebolnya ada di sebelah barat yang dekat dengan pemukiman warga di atas tebing sungai. Jika ini dibiarkan dikhawatirkan mengikis tebing tersebut dan dipastikan rumah di atasnya akan ambruk.

Terkait dengan rencana pembangunan dam tersebut, Kasi Pemeliharaan dan Bangunan Penunjang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kabupaten Lumajang Subowo, saat dikonfirmasi JatimTimes mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan UPT Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air Jatim, Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya Daya Air Wilayah Sungai (TKPSDA WS.) Bondoyudo Mayang (Boma) di Lumajang.

“Kami sudah melakukan perbaikan untuk plengsengan dan pengerukan. Untuk groundsill sepanjang 32 meter yang melintang di Kali Asem itu akan kami lakukan di tahap kedua nanti,” ujarnya.

Subowo mengungkapkan, jika pembangunan dam di Kali Asem adalah kewenangan provinsi, sehingga pihaknya harus terus secara intens melakukan koordinasi dengan provinsi. 

”Meskipun untuk cabangnya yang menuju persawahan warga adalah kewenangan kabupaten, namun karena hulu pengairan di kali Asem maka untuk dam yang kewenangan provinsi,” ungkapnya.

Baca Juga : Angin Kencang, Tumbangkan Pohon dan Robohkan Warung di JLT Lumajang

Subowo berujar, jika pembangunan groundsill sementara yang dijanjikan Bunda Indah akan diprioritaskan. Namun saat ini masih menunggu saat yang tepat karena curah hujan yang tinggi dikhawatirkan akan merusaknya.

“Belum selesai dibangun bisa kembali diterjang arus, nanti sisa-sia. Agar bisa cepat teratasi maka kami berharap agar para petani dan warga bisa berpartisipasi dalam pembangunan groundsill ini nanti,” pungkasnya.  

Sementara itu warga sekitar Kali Asem dan para petani terus berharap groundsill Kali Asem bisa segera dibangun, karena berfungsi menstabilkan dasar sungai dan melindungi konstruksi bangunan melintang sungai di bagian hulu. 

Selain itu dengan adanya groundsill tersebut aliran sungai Kali Asem bisa terbendung sehingga ketinggiannya bisa mencapai mercu pelimpah atau pintu aliran air yang menuju persawahan warga di tiga wilayah tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
dam groundsill kali asem dam jebol

Berita Lainnya