Lulus SNMPTN Tapi Ngotot Ambil Jalur SBMPTN, Siswa Wajib Tahu Konsekuensinya | Bondowoso TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Lulus SNMPTN Tapi Ngotot Ambil Jalur SBMPTN, Siswa Wajib Tahu Konsekuensinya

Mar 30, 2022 10:14
Ilustrasi (Foto: Istimewa).
Ilustrasi (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Sejak Desember 2021 lalu, para siswa di seluruh Indonesia tengah disibukkan dengan seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Sederet jalur pun bisa ditempuh untuk kalian yang hendak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Salah satunya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang kini hasilnya sudah mulai diumumkan.

Pengumuman sudah bisa diakses melalui website resmi pengumuman-snmptn.ltmpt.ac.id dan laman Mirror sejak Selasa (29/03/2022). Buat kalian yang lolos, selamat ya. Tapi yang masih belum lolos jangan sedih. Karena masih ada kesempatan untuk masuk perguruan tinggi impian kalian melalui jalur Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN).

Baca Juga : Sampaikan Pesan Penting ke Insan Pers, Ketua PWI Jatim dan Kapolresta Malang buka UKW PWI Malang Raya

Jalur SBMPTN ini memang terbilang banyak diburu siswa. Tanpa kecuali mereka yang telah lolos jalur SNMPTN dan merasa kurang puas dengan hasil yang didapat. Bukan tidak mungkin, mereka yang lolos jalur SNMPTN memiliki rencana untuk mendaftarkan diri di jalur SBMPTN untuk mendapatkan jurusan yang diinginkan.

Tapi buat kalian yang memiliki rencana mendaftar di SBMPTN setelah lolos SNMPTN nampaknya harus berfikir ulang. Karena peserta yang sudah dinyatakan lulus di jalur SNMPTN secara otomatis tidak dapat mendaftar ke SBMPTN, lantaran akun langsung dikunci panitia pusat.

Sebagaimana ketentuan yang dibuat, peserta yang telah lolos SNMPTN memang sebaiknya tidak melakukan pendaftaran kembali pada sesi SBMPTN. Namun, bagi siapa saja yang nekat akan mendapatkan konsekuensi besar yang merugikan.

"Yang lulus dan sudah diterima di SNMPTN itu maka dia tidak akan bisa mendaftar di UTBK (SBMPTN)," kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mochamad Ashari dikutip.

Dijelaskan, jika peserta yang telah lulus SNMPTN, tidak memenuhi syarat untuk melakukan pendaftaran di SBMPTN. Selain ditutupnya kesempatan bagi para lulusan SNMPTN untuk mendaftar di SBMPTN, Rektor ITS tersebut juga menjelaskan, sekolah dari yang bersangkutan akan langsung terkena blacklist jika tidak melakukan daftar ulang karena kelulusannya di SNMPTN. Hal ini justru akan sangat merugikan generasi berikutnya dari sekolah tersebut.

Hal ini tentunya akan menutup kesempatan secara penuh bagi peserta SNMPTN yang telah lolos, namun tetap nekat melakukan pendaftaran pada ujian SBMPTN. Pada akhirnya mereka tidak akan bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi yang diinginkan. 

Bahkan, persyaratan mengikuti SBMPTN juga telah dijelaskan bahwa pendaftar tidak lulus pada SNMPTN pada tahun 2020, 2021 dan 2022. Dapat disimpulkan bahwa mendaftar SBMPTN sangat dilarang bagi siswa-siswi yang telah mendapatkan kelulusan di SNMPTN.

Untuk lebih jelasnya, simak persyaratan mendaftar SBMPTN berikut ini.

1. Mempunyai akun LTMPT yang telah permanen.

2. Warga negara Indonesia yang sudah memiliki nomor induk kependudukan (NIK)

3. Siswa SMA/sederajat calon lulusan 2022 harus memiliki Surat Keterangan Siswa SMA/MA/SMK Kelas 12 atau peserta didik paket C tahun 2022 dengan usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2022. Surat keterangan tersebut harus disertai dengan foto terbaru berwarna, stempel/cap sekolah, dan tanda tangan kepala sekolah. 

Baca Juga : Andalkan Program Pancacita, BEM Unisba Blitar Siap Berkontribusi untuk Kampus dan Masyarakat

4. Peserta lulusan 2021 dan 2020 harus memiliki ijazah dengan usia maksimal 25 tahun pada 1 Juli 2022.

5. Bagi lulusan SMA/sederajat dari luar negeri harus mempunyai ijazah yang telah disetarakan.  

6. Tidak lulus jalur SNMPTN di tahun 2020, 2021, dan 2022.

7. Peserta yang memilih prodi Saintek akan mengikuti tes TPS, Bahasa Inggris, dan TKA Saintek. Peserta yang memilih prodi Soshum maka harus mengikuti tes TPS, Bahasa Inggris, dan TKA Soshum. Peserta yang memilih prodi campuran (Soshum dan Saintek), maka akan mengikuti tes TPS, Bahasa Inggris, TKA Saintek, dan TKA Soshum.

8. Program studi kedokteran dan kedokteran gigi hanya bisa dipilih oleh lulusan SMA/MA jurusan IPA.

9. Peserta memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak menggangu proses studi.

10. Bagi peserta yang memilih prodi bidang seni dan olahraga harus mengunggah portofolio.

11. Untuk peserta tuna netra wajib mengunggah Surat Pernyataan Tuna Netra.

12. Membayar biaya UTBK SMBPN sebesar Rp 200 ribu untuk kelompok Saintek dan Soshum, sedangkan untuk kelompok campuran harus membayar Rp 300 ribu. Pembayaran bisa dilakukan melalui bank Mandiri, BNI, BTN, atau BRI.
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
SNMPTN SBMPTN

Berita Lainnya