9 Berkah Menikah dalam Pandangan Islam, Calon Pengantin Wajib Tahu Nih | Bondowoso TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

9 Berkah Menikah dalam Pandangan Islam, Calon Pengantin Wajib Tahu Nih

May 05, 2022 12:20
Ilustrasi pernikahan. (Foto: Instagram @citraciki)
Ilustrasi pernikahan. (Foto: Instagram @citraciki)

JATIMTIMES - Menikah dalam pandangan agama Islam merupakan penyempurna ketakwaan serta keimanan seorang muslim dan muslimah. Diniatkan untuk ibadah membuat sebuah pernikahan merupakan suatu konsep keagamaan demi terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Berikut sembilan berkah menikah dalam pandangan Islam yang berhasil dirangkum oleh JatimTIMES.com:

1. Menghindarkan diri dari perbuatan maksiat

Baca Juga : Gus Baha: Hafal Satu Surat Ini Bisa Jadi Penyelamat Siksa Kubur

Melangsungkan pernikahan ditujukan untuk menghindari perbuatan maksiat, sebagaimana perbuatan zina. Islam cukup mengenal taaruf untuk mempersiapkan pernikahan. Mengenal lebih dekat satu sama lain dengan cara yang benar dan tidak berlebihan.

Menikah merupakan solusi untuk mereka yang ingin menjaga kemaluan dan menundukkan pandangannya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

"Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Nafsu syahwat adalah fitrah dalam diri manusia. Agar terhindar dari perbuatan maksiat dan mengendalikan nafsu syahwat sebagai manusia dan sebagai umat Islam, maka bagi yang mampu dianjurkan untuk menikah. Jika belum mampu, hendaknya berpuasa untuk menjaga dirinya.

2. Mengendalikan Diri

Melangsungkan pernikahan merupakan suatu hal yang dianjurkan bagi umat Islam yang sudah mampu. Karena fitrah seorang manusia memang untuk memiliki pasangan. Dengan melakukan pernikahan, manusia akan lebih bisa mengendalikan diri dari perbuatan yang berkaitan dengan hawa nafsu. 

Salah satu fitrah manusia ialah berpasang-pasangan. Antara laki-laki dan perempuan. Saling melengkapi, saling membutuhkan, dan saling mengisi kehidupan. Berikut penjelasan seorang manusia diciptakan berpasang-pasangan:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ - ٢١

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Ruum: 21)

3. Menjalankan Sunnah Rasulullah

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam merupakan suri teladan dan panutan utama bagi seluruh umat Islam dalam menjalankan kehidupan. Berbagai macam sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang jika dilakukan akan mendapatkan pahala.

Melangsungkan pernikahan merupakan sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan termasuk salah satu amalan berkahnya.  Terutama menikah dengan tujuan yang dibenarkan. Mengikuti dan menerapkan sunnahnya merupakan bagian dari keimanan.

4. Memperoleh Ketenangan

Perasaan tenang dan tentram akan hadir selepas melakukan pernikahan yang sesuai dengan syariat Islam. Sebagaimana hidup bersama dalam lindungan agama. Meraih berkah bersama hingga memperoleh ketenangan hidup di dunia maupun di akhirat kelak.

Allah Subhanahuwata'ala telah berfirman:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ خَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافُ اَلْسِنَتِكُمْ وَاَلْوَانِكُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْعٰلِمِيْنَ

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui." (QS. Ar-Ruum: 22)

5. Penyempurna Agama

Dalam pandangan Islam, melangsungkan pernikahan merupakan penyempurna agama. Dengan menikah separuh agama telah terpenuhi. Jadi, salah satu dari tujuan pernikahan ialah menyempurnakan agama yang belum terpenuhi, agar semakin kuat seorang muslim dalam beribadah.

Rasullullah Shallallaahu'alaihi Wasallam bersabda:

Baca Juga : Akun Instagram Kena Retas? Coba Saja Tips Ini

"Apabila seorang hamba menikah maka telah sempurna separuh agamanya, maka takutlah kepada Allah Subhanahuwata'ala untuk separuh sisanya." (HR. Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman)

6. Rumah Tangga yang Islami

Melakukan pernikahan akan membawa pada sebuah bangunan rumah tangga yang Islami. Keberkahan akan di dapat lebih besar, ketika seorang manusia melakukan pernikahan dan membangun sebuah rumah tangga. Sebagaimana masyarakat yang damai berasal dari keluarga yang menjalankan perintah Allah Subhanahuwata'ala.

Allah Subhanahuwata'ala telah berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahriim: 6)

7. Dijanjikan Surga

Anak merupakan investasi kedua orang tua di akhirat, terutama ketika memiliki anak yang saleh dan salehah. Anak ini akan memberikan peluang kedua orang tuanya surga di akhirat. Mengajarkannya kebaikan. Mengajarkannya ilmu keagamaan. Surga akan benar-benar dijanjikan-Nya di akhirat kelak.

8. Menguatkan Ibadah

Melangsungkan sebuah pernikahan merupakan suatu hal yang mulia. Pernikahan merupakan jalan paling bermanfaat dalam menjaga kehormatan, terutama untuk menjaga diri agar terhindar dari larangan agama.

Rasullullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: "Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya." (HR Muslim Nomor 1.400).

Sasaran utama pernikahan dalam Islam yakni menundukkan pandangan. Selain itu membentengi diri dari perbuatan keji dan kotor. Terutama yang dapat merendahkan harkat dan martabat seseorang.

9. Memperoleh Keturunan

Berdasarkan QS An-Nahl: 72, Allah Subhanahuwata'ala telah berfirman:

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ

"Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?"

Salah satu tujuan pernikahan dalam Islam yakni memperoleh keturunan. Harapannya, dengan melangsungkan pernikahan dapat memperoleh keturunan yang saleh dan salehah. Hal itu juga dapat membentuk peradaban Islam lebih berkualitas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Menikah keutamaan menikah

Berita Lainnya