Angka Pernikahan Dini Naik, Bupati Bondowoso: Peningkatan Kapasitas Penting | Bondowoso TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Angka Pernikahan Dini Naik, Bupati Bondowoso: Peningkatan Kapasitas Penting

May 24, 2022 18:23
Bupati Bondowoso Salwa Arifin (Foto Abror Rosi/JatimTimes)
Bupati Bondowoso Salwa Arifin (Foto Abror Rosi/JatimTimes)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus berupaya melaksanakan sederet program yang berpihak pada masyarakat. Terutama setelah melewati masa pandemi yang berlangsung selama dua tahun terakhir ini.

Diketahui bersama, bahwa permasalahan sosial yang muncul akibat pandemi Covid-19 seperti diantaranya adalah, melumpuhkan sendi-sendi perekonomian, angka kemiskinan bahkan pernikahan dini kian meningkat.

Baca Juga : Anggota Komisi 1 DPR RI Syaiful Bahri: Waspada Saat Ini Marak Beragam Investasi Bodong  

Hal demikian seperti yang disampaikan Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin saat acara sosialisasi pendampingan Alumni Grant Scheme-Australian Award (AGS) pada program sekolah perempuan untuk peningkatan kualitas hidup (SEKOPER PKH) bagi KPM PKH tahun 2022 di Pendopo Bupati setempat, Selasa (24/5/2022).

Sosialisasi tersebut dihadiri, Sekda Bondowoso, Asisten 1 Setda, Kepala Dinsos P3AKB, Perwakilan Alumni Grant Scheme-Australian Award (AGS) dan diikuti oleh seluruh pendampingan PKH (Program Keluarga Harapan) Bondowoso.

Dalam kesempatan itu, Bupati Salwa Arifin menyampaikan, perkawinan anak meningkat. Hal ini tentunya bertentangan dengan program pemerintah mengenai pendewasaan usia perkawinan.

Menurutnya, banyak masyarakat yang menganggap dengan menikahkan anak mereka, akan mengurangi beban ekonomi keluarga. Tanpa menyadari bahwa itu akan membuka permasalahan lain yang lebih rentan.

Salah satunya kata dia, munculnya keluarga miskin baru, kemungkinan anak yang mengalami stunting karena usia ini yang belum cukup umur dan kurangnya pemenuhan gizi anak dan ibu.

“Hal ini tentunya menjadi tugas kita bersama. Bukan hanya pemerintah, namun juga masyarakat dan segenap perangkat pemerintah terkait,”ungkapnya.

Lebih lanjut Salwa mengungkapkan, adapun salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan peningkatan kapasitas perempuan. “Mengapa perempuan, karena perempuan adalah tonggak keluarga. Apabila seorang ibu memiliki pengetahuan yang memadai, tidak menutup kemungkinan akan tercipta keluarga sehat harmonis dan mandiri,” urainya.

Baca Juga : Miliki Pil Double L, Dua Pemuda Dicokok Polisi

Diakuinya bahwa, pihaknya sangat menyambut baik pendamping oleh AGS pada program Sekoper PKH bagi KPM PKH ini. Terlebih lagi, program tersebut telah meraih juara 1 pada lomba inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso pada 2021 lalu.

Dijelaskannya, sasaran Sekoper PKH adalah ibu-ibu hebat yang merupakan keluarga penerima manfaat program kelurga harapan. Tentunya ini selama dengan program pemerintah tentang peningkatan kapasitas perempuan.

“Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada AGS atas pendampingan yang diberikan pada program sekolah perempuan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi KPM PKH,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), Anisatul Hamidah mengaku sangat prihatin dengan kondisi pernikahan dini di Bondowoso.

“Setelah kami tanyakan karena mereka tidak sekolah, nganggur di rumahnya, seharusnya tidak nganggur. Mungkin karena pergaulan terpaksa dilakukan nikah dini,” tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kabupaten Bondowoso Bupati Bondowoso

Berita Lainnya