Jelang Penilaian KLA, Pernikahan Dini di Bondowoso Makin Tak Terbendung | Bondowoso TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Jelang Penilaian KLA, Pernikahan Dini di Bondowoso Makin Tak Terbendung

Jun 02, 2022 15:02
Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat sedang memberikan arahan (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat sedang memberikan arahan (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

JATIMTIMES - Terus melambungnya angka pernikahan dini di Kabupaten Bondowoso menjadi batu sandungan menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Karena tingginya pernikahan dini, strata KLA pada 2021 turun menjadi pratama. Padahal, sejak 2019 sudah menyandang strata madya. 

Pengadilan Agama Bondowoso menyebut, sepanjang 2019 angka dispensasi nikah terbilang cukup rendah. Yakni hanya 299 permohonan dispensasi. Lonjakan besar-besaran terjadi pada 2020 yang hampir meningkat empat kali lipat dengan 1.077 perkara dispensasi. 

Baca Juga : DPRD Banyuwangi Gagas Raperda Pemberdayaan Janda, Ini Tanggapan Dinas Pemberdayaan Perempuan

Sementara per-September 2021 ada sejumlah 802 perkara. Sedangkan per-Mei 2022 atau selama lima bulan berjalannya tahun ini, angka dispensasi nikah sudah mencapai 201 perkara. 

Kepala Pengadilan Agama Bondowoso Mukhlisin Noor menyebut, jika selama ini PA telah berupaya agar pernikahan dini tidak terjadi. Namun, karena pemohon bersikeras untuk memperoleh, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Dari arahan PA untuk lebih baik menunda pernikahan sampai calon mempelai genap berusia 19, hanya sedikit keluarga yang menuruti. 

"Kami sudah berusaha memberikan pengertian. Wilayah kami saat sidang. Itu sebetulnya wilayah pemerintah (memberikan pemahaman). Kita sudah usaha bagaimana ditunda dulu. Tapi justru pemohon yang ngotot tetap ingin diberikan dispensasi," jelasnya. 

Di sisi lain, pada tahun ini Pemkab Bondowoso sedang berupaya untuk menaikkan status KLA. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) mulai melakukan upaya pemenuhan 24 kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian PPPA.

Jelang penilaian KLA pada 7 Juni 2022 mendatang Dinsos P3AKB telah melakukan rapat koordinasi dengan OPD terkait termasuk dengan Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat di Ruang Sabha Bina Praja 1 Pemkab Bondowoso, Kamis (2/6/2022). 

Irwan mengakui jika untuk menuju KLA, Bondowoso harus terhindar dari pernikahan dini. Karena pernikahan dini menjadi salah satu cikal bakal lahirnya bayi stunting, terjadinya perceraian, munculnya kemiskinan baru bahkan kemiskinan ekstrim.

Baca Juga : Kaji Terap Tembakau Lokal Dispertapa Pemkab Blitar Mulai Masa Tanam

"Stunting mengancam generasi penerus bangsa. Makanya penting adanya forum anak karena mereka adalah penerus di Bondowoso, penerus di provinsi dan generasi secara nasional," kata Irwan usai memberikan arahan kepada OPD terkait. 

Untuk itu, Irwan akan meminta Kementerian Agama melalui KUA untuk mengurangi kebijakan dispensasi nikah. Pasalnya, dispensasi terhadap anak yang belum siap nikah menjadi salah satu penyebab tingginya pernikahan dini.

"Jika masih stunting dan pernikahan dini tinggi, maka sulit untuk menuju KLA," tutupnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Pernikahan Dini pernikahan dini di bondowoso

Berita Lainnya