Faktor Ekonomi Picu Kasus Perceraian di Bondowoso, Ada yang Sebulan Dinafkahi hanya Rp 50 ribu | Bondowoso TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Faktor Ekonomi Picu Kasus Perceraian di Bondowoso, Ada yang Sebulan Dinafkahi hanya Rp 50 ribu

Jun 13, 2022 14:34
Beberapa istri sedang memohon cerai gugat di Pengadilan Agama Bondowoso (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Beberapa istri sedang memohon cerai gugat di Pengadilan Agama Bondowoso (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

JATIMTIMES - Faktor ekonomi menjadi pemicu utama penyebab perceraian di Kabupaten Bondowoso. Banyak perempuan yang terpaksa menggugat cerai suaminya lantaran tidak mendapatkan nafkah yang layak. 

Kepala Pengadilan Agama Bondowoso, Mukhlisin Noor mengatakan, selama bulan Januari hingga Mei 2022, Pengadilan Agama Bondowoso memutus 522 perkara perceraian. Rinciannya, 367 cerai gugat dan 146 cerai talak. 

Baca Juga : Fantastis! Harga iPhone Diprediksi akan Tembus Rp 80 Juta, Kok Bisa?

Dari data ini, cerai gugat lebih mendominasi ketimbang cerai talak. Ironisnya, hampir semua pengajuan perkara cerai gugat didasari oleh kurangnya suami dalam menafkahi istri. 

"Yang sering sekarang itu ekonomi. Ekonomi rumah tangga kurang mencukupi. Ketimbang orang ketiga, faktor ekonomi yang paling banyak." jelasnya, Senin (13/6/2022). 

Mukhlisin mengungkapkan jika dari pengakuan sekian banyak pemohon cerai gugat, ada salah seorang istri yang mengaku hanya dinafkahi Rp 50 ribu dalam sebulan. Menurutnya, sedikitnya nafkah lahir itu dipengaruhi oleh pekerjaan suami tak menentu sehingga mempengaruhi penghasilan yang didapatkan. 

"1 bulan ada yang Rp 50 ribu. Kadang kerja kadang tidak. Kalau gak kerja kan gak ngasih uang," jelasnya. 

Selain karena keterbatasan suami dalam mencari pundi-pundi rupiah, minimnya pemberian nafkah juga dipengaruhi oleh kebiasaan buruk pasangan pria yang kerap melakukan judi. Karena lebih mementingkan uang untuk keperluan taruhan, sehingga lupa tanggungjawab menafkahi istri. 

Baca Juga : Produksi Susu Sapi di Pujon Anjlok, Imbas Banyak Sapi Perah Mati Akibat PMK

"Ada yang judi burung dara. Tiap hari cuma pacuan burung dara diselingi judi. Ekonomi sudah sulit. Ditegur sudah. Mending pisah, gitu," kata Muhlisin tirukan pengakuan dari seorang istri saat dalam persidangan.

Saat persidangan cerai gugat, kebanyakan suami memilih tidak hadir tanpa alasan. Ketika ada yang datang, biasanya suami mengatakan tidak ingin berpisah. Pengadilan Agama berharap angka perceraian tidak melonjak.

"Jika masih ada komitmen untuk membangun keluarga yang lebih baik. Kita mediasi. Tapi, kadang kadang laporan mediasinya tidak berhasil," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
KASUS PERCERAIAN perceraian di bondowoso

Berita Lainnya