Wacana Dosis ke-4 Vaksin Covid-19 Kembali Berhembus, Satgas Buka Suara | Bondowoso TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Wacana Dosis ke-4 Vaksin Covid-19 Kembali Berhembus, Satgas Buka Suara

Jun 17, 2022 10:43
Vaksin (Foto: Schroders)
Vaksin (Foto: Schroders)

JATIMTIMES - Wacana dosis ke-4 vaksin Covid-19 kini kembali berhembus. Hal itu seiring dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 imbas subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang sudah menyebar di Indonesia. 

Menyikapi itu, Satgas menegaskan warga tidak akan buru-buru diberi vaksin Covid-19 dosis ke-4. Kabid Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K Ginting menjelaskan, 2 dosis vaksin memang sudah terbukti efektif menekan kasus virus asal Wuhan, China itu.

Baca Juga : Antisipasi Terjadinya Puncak Kasus dari Varian Baru BA.4 dan BA.5, Jokowi Minta Proses Vaksinasi ke-3 Dipercepat

Lebih lanjut, Alexander memaparkan, kondisi Covid-19 Indonesia di 2022 ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Tak lain, berkat sudah berlangsungnya vaksinasi Covid-19 sebanyak 2 dosis.

Namun demikian, pihaknya kini masih belum memikirkan pemberian vaksin dosis keempat meski tengah kembali diterpa gelombang Covid-19. Pasalnya, cakupan vaksinasi dosis ke-3 pun masih terbatas di Indonesia.

"Memang kalau kita lihat sekarang, booster vaksinasi yang ketiga memang baru 5 dari 34 provinsi yang baru 30 persen. Artinya Bali lebih kurang 60 persen, kemudian DKI Jakarta hampir 50 persen, Riau sekitar 44 persen, kemudian Yogyakarta ataupun Jawa lebih kurang di atas 35 persen," ujar Alexander dalam siaran langsung 'Awas, Omicron Kembali Mengintai Indonesia', Kamis (16/6/2022) kemarin. 

"Ini menjadi PR kita bersama. Kita tidak berpikir dulu untuk vaksinasi ke-4, kita berpikir dulu bagaimana menyelesaikan vaksinasi ketiga. Khususnya di Jawa-Bali dan beberapa provinsi di luar Jawa-Bali," imbuh Alexander.

Baca Juga : Ganjar Pranowo Masuk Bursa Capres NasDem, Ini Kata PDI Perjuangan

Bahkan di wilayah luar Jawa-Bali seperti Sumatera dan Kalimantan, vaksinasi booster baru mencapai 20-28 persen. Menurutnya, hal itu disebabkan karena rendahnya antusiasme masyarakat terhadap booster dan anggapan bahwa situasi pandemi saat ini sudah lebih aman.

Alexander lantas menyebutkan booster tidak menjadi jaminan pencegahan penularan, melainkan bekerja menekan risiko gejala berat pada pasien Covid-19. Walhasil, saat ini pemerintah lebih memprioritaskan pemberian vaksin booster atau dosis ke-3 pada kelompok rentan seperti lansia dan pengidap komorbid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Vaksinasi Vaksin Covid 19

Berita Lainnya