Gonjang-ganjing di Balik Perombakan Kabinet Jokowi yang Disebut Bisa Berdampak pada Peta Koalisi 2024 | Bondowoso TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Gonjang-ganjing di Balik Perombakan Kabinet Jokowi yang Disebut Bisa Berdampak pada Peta Koalisi 2024

Jun 21, 2022 09:36
Presiden Joko Widodo (Foto: Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi)
Presiden Joko Widodo (Foto: Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi)

JATIMTIMES - Dunia perpolitikan Indonesia jelang Pemilu 2024 kini semakin panas. Salah satu yang cukup menyita perhatian adalah perombakan Kabinet Indonesia Maju yang baru saja dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Pengamat politik Universitas Jember (Unej) Hermanto Rohman mengatakan bahwa perombakan kabinet tersebut akan berdampak pada peta koalisi 2024. Sehingga banyak pihak yang mengaitkan bahwa pergantian menteri itu kental dengan nuansa politik pada Pemilu 2024 mendatang.

Baca Juga : Rumah Digeruduk Investor Batubara, Benarkah Ustaz Yusuf Mansur dan Keluarga ke Yaman?

"Salah satu figur yang diangkat adalah dari partai politik, yakni Zulkifli Hasan yang notabene adalah Ketua PAN yang merupakan salah satu partai mendeklarasikan koalisi Indonesia bersatu dengan Golkar dan PPP," kata Hermanto dikutip Selasa (21/6/2022). 

Seperti diketahui, menteri yang terkena perombakan kabinet yaitu Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang digantikan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ART) Sofyan Djalil yang digantikan mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Beberapa alasan yang muncul saat Jokowi melakukan perombakan menteri terkait kinerja kabinet, banyak problem yang belakangan terjadi di lingkungan kementerian. Problem tersebut seperti kasus korupsi, tidak sanggupnya mengendalikan harga bahan pokok, bahkan dikaitkan persoalan mafia tanah.

"Namun, ada juga yang mengaitkan perombakan kabinet itu penuh dengan nuansa politik 2024 yang berdampak pada peta politik 2024," ucap Hermanto.

Sebelum perombakan kabinet, gendang politik 2024 sudah mulai ditabuh dengan manuver Partai Golkar, PAN dan PPP yang mendeklarasikan membangun Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Dalam hitungan kertas koalisi 3 partai itu sudah cukup tiket untuk mengusung calon presiden (capres) 2024. 

Ia mengatakan kondisi itu menjadikan posisi Jokowi sangat memungkinkan sebagai king maker koalisi tersebut dan untuk lebih maksimalkan, sehingga Zulkifli Hasan direkrut bergabung sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Maju. 

Di sisi lain, di dalam Koalisi Indonesia Bersatu, lanjut Hermanto, kepentingan di partai Golkar yang jadi ancaman sekaligus ganjalan salah satunya yaitu mengantisipasi pengaruh kelompok Jusuf Kalla yang sejak awal dibaca arah politiknya akan mendukung Anies Baswedan.

Baca Juga : Rumah Digeruduk Massa, Benarkah Ustaz Yusuf Mansur dan Keluarga ke Yaman?

"Maka bisa jadi mengganti Sofyan Djalil yang dipetakan sebagai orang Jusuf Kalla di kabinet adalah isyarat Jokowi untuk memutus peran dan pengaruh Jusuf Kalla untuk andil sebagai king maker," tandas Hermanto.

Hermanto menjelaskan bahwa dari beberapa faktor itu menunjukkan bahwa perombakan kabinet menjadikan semakin dinamis politik dan menjadikan muncul manuver tokoh partai menghadapi peta politik 2024.

Sementara, 3 partai lain Demokrat, PKB dan PKS juga disebut akan membentuk koalisi menuju Pilpres 2024. Namun, belum lama ini PKB justru menunjukkan kemesraannya bersama Gerindra yaitu dengan momen pertemuan Ketum PKB Muhaimin Iskandar dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. 

Pertemuan keduanya disebut sepakat untuk kerja sama menuju Pilpres 2024. Bahkan, PKB secara terang-terangan menjodohkan Cak Imin dengan Prabowo di Pilpres 2024 mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kabinet Indonesia Maju Kabinet Jokowi

Berita Lainnya