Jadi Profesor Kehormatan UB, Menteri LHK Bicara Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 | Bondowoso TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Jadi Profesor Kehormatan UB, Menteri LHK Bicara Indonesia’s FOLU Net Sink 2030

Jun 24, 2022 18:53
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar (Ist)
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar (Ist)

JATIMTIMES - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan Universitas Brawijaya dalam bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Alam. Menteri LHK menjadi profesor ke-30 di Fakultas Pertanian dan profesor aktif ke-167. Pengkukuhan Menteri LHK tersebut akan dilakukan Sabtu, (25/6/2022) besok.

Dalam orasi ilmiahnya, Menteri LHK menyampaikan kebaharuan (novelty) tentang Indonesia's Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Indonesia's FOLU Net Sink 2030, merupakan skenario penurunan 60 persen emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 agenda yang dibangun dengan basis spasial untuk penentuan lokus aksi mitigasi penurunan emisi GRK sektor kehutanan dan lahan. 

Baca Juga : Terkesan dengan Presidensi G20 Indonesia, Direktur Eksekutif Global Fund Jajaki Peluang Kerja Sama saat Bertemu Menko Airlangga

"Emisi GRK itu bisa ditekan dengan berbagai kebijakan dalam bidang kehutanan," jelasnya ditemui di UB, Jumat  (24/6/2022).

Penggunaan informasi spasial sangat diperlukan. Ini agar aksi mitigasi dapat dilaksanakan dengan efektif dan berkontribusi secara signifikan pada penurunan emisi GRK, terutama di wilayah-wilayah lokus prioritas. 

Indonesia's Folu Net Sink 2030 dengan memberikan target pembangunan yang sangat fokus dan untuk pertama kalinya dalam sejarah pembangunan sektor kehutanan, seluruh program kegiatan memiliki indikator dan satuan volume ukur yang sama yaitu CO2e. Target-target kinerja sebelumnya menggunakan berbagai satuan, seperti hektare, m3, ton, dan rupiah. 

Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 mendorong kinerja sektor kehutanan menuju target pembangunan yang sama yaitu tercapainya tingkat emisi GRK sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030.  

"Saya kerja bersama Dirjen dan semua jajaran kementerian. Kita juga menemukan metode. Orang tahunya ini emisi karbon, emisinya harus dikurangi, hutannya harus dibuat karena nyerap karbon. Tapi terus apa? Ini kemudian dikorek, semua aktivitas yang mengeluarkan karbon dikumpulkan. Kegiatannya apa? Membereskannya bagaimana? Langkahnya seperti apa? Nah ini ternyata didekatinya juga secara ilmiah," paparnya.

FOLU Net Sink telah dimandatkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 tahun 2021 untuk mencapai kondisi net sink sektor kehutanan dan lahan di tahun 2030. Sektor FOLU memiliki peranan yang penting terutama untuk mengimbangi emisi dari sektor yang sulit, menurunkan emisinya, khususnya sektor energi sehingga kemampuan untuk mempertahankan tren net sink setelah 2030. 

Pengurangan emisi sektor FOLU akan sangat bergantung pada upaya seperti pengurangan emisi dari deforestasi, pengurangan emisi lahan gambut, peningkatan kapasitas hutan alam, dan berbagai upaya lainnya. Semua langkah aksi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 telah dirancang secara rinci dan terintegrasi. 

Baca Juga : Buntut Promo Alkohol untuk Nama Muhammad, GP Ansor Siap Konvoi di Sejumlah Titik Holywings

Hal ini tentunya agar dapat memberikan manfaat ganda berupa pengurangan terukur laju emisi, perbaikan dan peningkatan tutupan kanopi hutan dan lahan, perbaikan berbagai fungsi utama hutan seperti tata air, iklim mikro, ekosistem dan konservasi keanekaragaman hayati.

Bukan hanya itu saja, hal ini juga sekaligus sebagai sumbangan bagi kesejahteraan, kesetaraan dan kesehatan masyarakat serta tegaknya hukum yang kemudian ditentukan prioritas lokusnya.

Aksi mitigasi yang akan dilaksanakan merupakan peningkatan dalam semangat dan konseptualisasi atau sebagai improvement dan sistematisasi dari kegiatan 'business as usual' yang telah berlangsung pada sektor kehutanan.

Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 juga merupakan aksi mitigasi yang menunjukkan ambisi aksi iklim dalam pelaksanaan target kinerja melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan sistematis. Dengan begitu, Indonesia dapat memberikan contoh kejujuran bahwa komitmen bukan hanya sekedar janji pledge, akan tetapi betul-betul bekerja dalam delivered commitment.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
menteri lhk siti nurbaya bakar profesor kehormatan ub

Berita Lainnya