Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Mahasiswa Administrasi Publik UNITRI Sosialisasikan Kebijakan Anti-Bullying di SD Negeri 1 Tulungrejo

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Feb - 2026, 09:36

Placeholder
Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang saat menggelar sosialisasi kebijakan anti-bullying di SD Negeri 1 Tulungrejo, Kabupaten Malang, Jumat (23/1/2026). (Foto: Unitri Malang For JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar sosialisasi kebijakan anti-bullying di SD Negeri 1 Tulungrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap maraknya kasus perundungan yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah dasar. Sosialisasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Baca Juga : Mimpi Menghapus Impunitas Aparat

Sebanyak 85 siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6 SD Negeri 1 Tulungrejo mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Sosialisasi tersebut diinisiasi oleh mahasiswa PM-T IV Administrasi Publik UNITRI Malang Kelompok 18 sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya kekerasan dan perundungan di sekolah.

Kepala SD Negeri 1 Tulungrejo, Eddy Suyatno, mengapresiasi kehadiran mahasiswa UNITRI Malang yang telah memberikan edukasi penting kepada para siswa. Menurutnya, kegiatan ini membawa dampak positif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai bahaya bullying.

"Kami sangat berterima kasih atas kepedulian mahasiswa UNITRI Malang. Sosialisasi ini sangat penting karena bullying masih menjadi persoalan yang perlu terus dicegah sejak usia dini," ujar Eddy Suyatno.

Eddy menambahkan, penyampaian materi yang disesuaikan dengan karakter anak sekolah dasar membuat pesan anti-bullying lebih mudah diterima dan dipahami. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan bersinergi dengan program sekolah.

"Anak-anak perlu diberikan pemahaman yang jelas dan berkesan. Dengan dukungan akademisi, upaya pencegahan bullying bisa lebih maksimal," tambahnya.

Ketua Kelompok 18 PM-T IV UNITRI Malang, Yesaya Tipa Djawa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari keilmuan Administrasi Publik, khususnya terkait kebijakan perlindungan anak di ruang publik seperti sekolah.

"Bullying bukan masalah sepele. Dampaknya bisa panjang terhadap psikologis dan perkembangan anak. Karena itu kami ingin mengajak siswa untuk berani speak up dan saling menjaga," jelas Yesaya.

Ia menuturkan, subtema kegiatan bertajuk “Speak Up Bersama Melawan Bullying di Kalangan Anak-Anak” dirancang untuk mendorong siswa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolahnya masing-masing.

"Harapan kami, anak-anak tidak hanya paham apa itu bullying, tetapi juga tahu bagaimana bersikap dan melaporkan jika terjadi perundungan," imbuhnya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Adi Susan Rambu Danga selaku Sekretaris PM-T Kelompok 18. Ia memaparkan berbagai bentuk bullying, mulai dari perundungan verbal, fisik, pengucilan sosial, hingga pelecehan seksual, serta dampak jangka pendek dan panjangnya bagi korban.

Baca Juga : SNBP 2026 Mulai Dibuka Pukul 15.00 WIB, Data Daya Tampung PTN Sudah Bisa Dicek

"Bullying bisa terjadi karena kurangnya empati dan pemahaman. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan nilai saling menghargai sejak dini," kata Susan.

Susan menjelaskan bahwa pendekatan interaktif dipilih agar siswa lebih berani menyampaikan pendapat maupun pengalaman mereka. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh sehari-hari agar mudah dipahami anak-anak.

"Kami menggunakan bahasa sederhana dan contoh sehari-hari supaya anak-anak tidak merasa takut untuk berbicara," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini dikemas dalam tiga fase utama, yakni penyampaian materi, sesi mini sharing, serta pembuatan “Kotak Ungkapan”. Kotak tersebut menjadi media aman bagi siswa untuk menuliskan perasaan maupun pengalaman mereka terkait bullying secara anonim.

Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan berdiskusi selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa mulai memahami perbedaan antara bercanda dan bullying, serta pentingnya menghormati sesama teman.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PM-T IV UNITRI Malang, Dr. Dody Setyawan, S.Sos., M.AP, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi nyata mahasiswa Administrasi Publik kepada masyarakat.

"Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung memberikan edukasi yang berdampak sosial," ungkapnya, Rabu (04/2/2026).

Pihak sekolah berharap sosialisasi ini menjadi momentum awal dalam memperkuat budaya sekolah yang ramah anak. Dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, aparatur desa, dan mahasiswa UNITRI Malang, SD Negeri 1 Tulungrejo diharapkan dapat menjadi lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying.


Topik

Pendidikan Mahasiswa Unitri Administrasi Publik UNITRI Sosialisasikan Kebijakan Anti-Bullying SD Negeri 1 Tulungrejo Kabupaten Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan