JATIMTIMES - Sorak bangga menggema dari Thailand ketika nama mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang diumumkan sebagai salah satu pemenang ajang esai internasional bergengsi. Di tengah persaingan ketat peserta lintas negara, Amelia Resti Iffadah tampil mencuri perhatian dan membawa pulang gelar 2nd Winner sekaligus penghargaan Best Argumentation dalam International Essay Competition and English Camp 2026 yang digelar di Chulalongkorn University, Thailand.
Kompetisi yang berlangsung pada 11 hingga 14 Februari 2026 itu mempertemukan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia seperti Thailand, Malaysia, Indonesia, hingga Qatar. Forum ini dirancang sebagai ruang adu gagasan sekaligus laboratorium intelektual untuk mengasah kemampuan riset dan berpikir kritis generasi muda. Setiap peserta ditantang menyampaikan argumen yang tajam, berbasis data, dan solutif terhadap isu global yang diangkat.

Amelia, yang merupakan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Malang, tidak berjuang sendirian. Ia membangun kerja sama lintas disiplin dengan dua mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yakni Nurul Fadhilah Ramadhani dan Hasnia Imroatis Syarifah. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama tim dalam menyusun esai yang dinilai memiliki konstruksi logika kokoh serta gagasan yang orisinal.
Baca Juga : Unisba Blitar Dorong Transformasi Digital SD Negeri 2 Turi Lewat Aplikasi SITURI
Predikat Best Argumentation yang mereka raih menjadi bukti bahwa kemampuan analisis dan penyusunan argumen tim ini menonjol dibandingkan peserta lain. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Malang, khususnya dari Jawa Timur, mampu bersaing di level global dengan kualitas intelektual yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Amelia mengaku pengalaman mengikuti kompetisi di Chulalongkorn University jauh melampaui sekadar perburuan gelar juara. Ia menyebut proses yang dilalui selama kegiatan menjadi momentum pembelajaran yang berharga.
“Bergabung dalam ajang ini adalah pengalaman yang sangat berarti bagi kami. Menjadi Juara 2 dan meraih Best Argumentation di antara peserta dari berbagai negara terasa sangat spesial. Acara ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang belajar, bertumbuh, dan memiliki kepercayaan diri untuk berbagi ide kami,” tutur Amelia.
Baca Juga : Jangan Lewatkan! 7 Fenomena Langit Ramadan 2026, dari Planet Berbaris hingga Gerhana Bulan Total
Keberhasilan Amelia dan tim menegaskan pentingnya sinergi lintas keilmuan di era globalisasi dan transformasi digital. Integrasi perspektif humaniora dan pendidikan terbukti mampu melahirkan gagasan yang kuat, relevan, serta kompetitif di panggung dunia.
Pihak Fakultas Humaniora UIN Malang turut memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Prestasi ini dinilai tidak hanya mengangkat nama almamater di kancah internasional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani berkolaborasi dan menembus batas geografis.
