JATIMTIMES - Viralnya video sejumlah pemuda yang diduga membawa senjata tajam dan membuat onar di kawasan Klojen, Kota Malang, sempat memicu keresahan warga. Polresta Malang Kota memastikan bahwa peristiwa itu bukan kejadian baru.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat suasana di salah satu lapak pedagang kaki lima (PKL) yang mendadak tegang karena kehadiran pemuda tersebut. Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin menegaskan bahwa video tersebut merupakan rekaman lama yang kembali beredar.
Baca Juga : Tebar Kebahagiaan Ramadan, Citiplaza Bondowoso Ajak Anak Panti Berbelanja dan Bermain
“Video yang beredar itu adalah kejadian hampir satu tahun lalu dan sudah kami tindak lanjuti. Jadi, bukan peristiwa yang baru terjadi,” kata Ipda Lukman, Rabu (4/3/2026).
Menurut dia, pihak kepolisian telah menangani kasus tersebut sesuai prosedur yang berlaku saat peristiwa terjadi. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika konteks waktunya tidak dijelaskan secara utuh.
“Kami mengimbau kepada masyarakat apabila mengetahui kejadian serupa, segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi hotline kami di 0811-3780-2000 maupun 110. Jangan ragu untuk melapor agar bisa segera kami tindaklanjuti,” tandas Lukman.
Video tersebut sebelumnya diunggah ulang dan menjadi sorotan setelah dibagikan oleh akun Instagram pribadi King Abdi, jebolan ajang MasterChef Indonesia. Dalam unggahannya, King Abdi menyampaikan kritik keras terhadap aksi yang dinilai meresahkan pedagang kecil di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
“MALANG ADEM AYEM..!!! JANGAN DIUSIK OLEH KOBOI KOTA SEPERTI INI..!!! siapapun kamu jangan menganggu jualan orang. EKONOMI SEDANG SULIT. umkm dan pedagang kecil sedang survive dari kesulitan ini,” tulisnya dalam keterangan unggahan tersebut.
Ia juga menyebutkan lokasi kejadian di kawasan lalapan Bacem Jogja, Klojen, Kota Malang, serta menyoroti adanya dugaan pemuda yang membawa senjata tajam dan membuat onar di sekitar lapak pedagang.
Baca Juga : Untung dengan Harga Cabai 90 Ribu per Kilo, Petani Lesanpuro Hadapi Lonjakan Biaya Produksi
Dalam potongan video yang beredar, terdengar perekam memperingatkan salah satu pemuda dengan nada tegas. “Hei, ojo ngono lo yo. Koyok sakti ae ate mateni uwong,” ucapnya, yang dalam bahasa Jawa berarti meminta agar tidak bertindak seolah-olah sakti dan hendak mencelakai orang.
Meski suasana sempat memanas dan terjadi adu mulut, pedagang terlihat tetap melayani pembeli seperti biasa. Kejadian tersebut pun sempat memicu kecaman warganet yang menilai tindakan membawa senjata tajam di ruang publik sebagai perbuatan yang membahayakan.
Sedangkan pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi konten viral serta memastikan kebenaran dan waktu kejadian sebelum menyebarkannya kembali.
