JATIMTIMES - Pemerintah Kota Batu tengah memacu realisasi program unggulan Satu Desa Satu Dokter demi menghadirkan akses kesehatan yang lebih dekat dan merata bagi masyarakat. Hingga pertengahan Maret 2026, program ini tercatat baru menjangkau 16 desa dan kelurahan dari target pemenuhan total 24 wilayah pada tahun ini.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa masih dibutuhkan enam tenaga dokter lagi untuk mencapai target 100 persen. Untuk menambal kekurangan tersebut, pihaknya berencana menggelar rekrutmen tenaga medis baru pada triwulan kedua tahun ini.
Baca Juga : Targetkan 40 Dapur Gizi Beroperasi, Pemkot Batu Akselerasi Infrastruktur SPPG
"Kemungkinan kami upayakan sekitar bulan April atau Mei dilakukan rekrutmen untuk menambah tenaga lagi. Kami ingin enam wilayah yang tersisa segera terpenuhi dalam waktu dekat," ujar Nurochman, Selasa (17/3/2026).
Selama ini, enam wilayah yang belum memiliki dokter tetap terpaksa bergantung pada layanan Puskesmas Pembantu (Pustu) di sekitarnya. Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut mengakui skema tersebut kurang maksimal karena tenaga medis harus membagi fokus pelayanan. Dengan adanya dokter yang standby di tiap desa, penanganan keluhan warga dipastikan bisa lebih spesifik dan cepat.
Berbeda dengan formasi dokter yang masih menyisakan slot kosong, Cak Nur memastikan untuk tenaga bidan sudah tidak ada kendala. Saat ini, seluruh 24 desa dan kelurahan di Kota Batu telah terisi penuh oleh bidan desa yang siap melayani kebutuhan ibu dan anak.
Kehadiran dokter di tingkat desa terbukti memberikan dampak signifikan, terutama dalam urusan deteksi dini penyakit tanpa masyarakat harus mengantre lama di rumah sakit. Warga kini cukup mendatangi fasilitas di tingkat desa untuk pemeriksaan rutin seperti kontrol tensi atau penanganan penyakit ringan.
"Manfaat paling nyata dirasakan oleh kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Dokter yang turun langsung mampu menjangkau persoalan warga secara lebih personal. Itulah mengapa penambahan ini menjadi prioritas utama kami," imbuh pria asal Desa Sumberejo itu.
Baca Juga : UMKM Keju Mozzarella di Kota Batu Produksi Ratusan Kilogram, Dipasarkan hingga Bali
Melalui rekrutmen yang ditargetkan rampung tahun ini, Cak Nur optimistis derajat kesehatan warga Kota Batu akan meningkat secara merata. Ia berkomitmen untuk terus memantau proses seleksi.
"Tentunya dokter yang dipilih nantinya harus memiliki dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat," imbuhnya.
