Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Produksi Keripik Tempe Sanan Tertekan, Perajin Siasati Kenaikan Harga Kedelai dan Kemasan

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

07 - Apr - 2026, 19:57

Placeholder
Salah satu perajin saat mengambil kedelai di salah satu home industry, Kampung Sanan, Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Industri keripik tempe di Kampung Sanan, Kota Malang, tengah menghadapi tekanan berat akibat melonjaknya harga bahan baku. Para perajin terpaksa melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari mengurangi isi kemasan hingga membatasi produksi, demi menjaga usaha tetap berjalan.

Kenaikan paling terasa terjadi pada kedelai sebagai bahan utama pembuatan tempe. Ketua Pokdarwis Kampung Tempe Sanan, Trinil Sri Wahyuni, menyebut harga kedelai saat ini sudah jauh di atas kondisi normal.

Baca Juga : Update Dugaan Korupsi Jual Beli Kios Pasar Induk Among Tani: Usai 5 ASN, 12 Pedagang Diperiksa Kejari Batu

“Harga kedelai sekarang sudah mencapai Rp 16 ribu per kilogram di koperasi. Ini karena sebagian besar masih impor, salah satunya dari Amerika,” kata Trinil, Selasa (7/4/2026).

Selain kedelai, lonjakan juga terjadi pada minyak goreng dan plastik kemasan. Bahkan, harga plastik disebut mengalami kenaikan hingga hampir 100 persen. Kondisi ini membuat total biaya produksi keripik tempe meningkat signifikan dalam waktu singkat.

Dampaknya, para pelaku usaha tidak punya banyak pilihan selain melakukan efisiensi di berbagai lini produksi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengurangi jumlah pembelian bahan kemasan.

“Biasanya kami bisa membeli dua pack plastik, sekarang tidak sampai segitu karena harganya naik,” jelas Trinil.

Penyesuaian juga dilakukan pada produk akhir. Dalam setiap kemasan keripik tempe, jumlah kepingan dikurangi meski tidak terlalu banyak agar tidak mengecewakan pelanggan.

“Kalau isi kemasan, kami kurangi sekitar satu sampai dua keping saja. Tidak terlalu signifikan, tapi cukup membantu menekan biaya produksi,” tambahnya.

Tak hanya itu, pola produksi juga mulai diubah. Jika sebelumnya perajin memproduksi dalam jumlah besar untuk stok, kini mereka lebih selektif dan cenderung menyesuaikan dengan permintaan pasar.

“Kami sekarang lebih fokus melayani pesanan. Produksi tidak sebanyak dulu karena selain biaya naik, daya beli masyarakat juga sedang menurun,” ungkap Trinil.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh pelaku home industry di kawasan tersebut. Afriantoro, salah satu pekerja, mengatakan kenaikan harga kedelai terjadi cukup drastis dalam waktu singkat.

Baca Juga : Harga Kedelai dan Plastik Melonjak, Produsen Tempe Sanan Malang Terpaksa Naikkan Harga Jual

“Normalnya harga kedelai sekitar Rp 9.800 per kilogram, tapi sekarang sudah naik lebih dari Rp 10 ribu selama bulan April ini,” katanya.

Akibat kenaikan tersebut, pihaknya juga harus melakukan penyesuaian pada ukuran tempe sebagai bahan dasar keripik. Ukuran tempe yang diproduksi sedikit diperkecil untuk menekan biaya.

“Ukuran tempe kami kurangi sekitar satu sentimeter. Itu salah satu cara agar produksi tetap jalan,” jelasnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, aktivitas produksi keripik tempe di Sanan masih terus berlangsung. Kebutuhan kedelai per hari pun relatif tidak berubah signifikan, yakni berkisar antara 5 hingga 7 kuintal.

Menariknya, penyesuaian yang dilakukan para perajin sejauh ini belum memicu keluhan berarti dari pelanggan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membantu pelaku usaha tetap bertahan di tengah kondisi sulit.

Para perajin berharap harga bahan baku, terutama kedelai dan minyak goreng, dapat segera stabil. Dengan begitu, produksi keripik tempe sebagai salah satu produk unggulan Kota Malang bisa kembali berjalan normal tanpa harus banyak melakukan penyesuaian.


Topik

Ekonomi Keripik Tempe produksi keripik tempe sanan Kota Malang kenaikan harga plastik kedelai



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni