JATIMTIMES - Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menegaskan komitmennya dalam penguatan literasi melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang yang berlangsung di ruang meeting Direktur Pascasarjana, belum lama ini. Kegiatan ini dihadiri Direktur Pascasarjana, Prof. H. Agus Maimun, M.Pd., bersama seluruh Ketua Program Studi Pascasarjana, serta jajaran pimpinan MAN 2 Kota Malang.
Direktur Pascasarjana, Prof. H. Agus Maimun, M.Pd., menekankan pentingnya membangun dan memperkuat rasa kekeluargaan antar warga madrasah sebagai fondasi budaya kerja yang positif dan harmonis.
Baca Juga : Pengertian Hari Pentakosta: Sejarah, Makna, dan Jadwal Perayaan 2026
“Dengan kekeluargaan yang kuat, setiap program akan terasa lebih ringan karena dikerjakan dengan rasa yang dimiliki dan saling mendukung,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa dengan kekompakan seluruh elemen madrasah, predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tidak hanya dapat diraih, tetapi juga dipertahankan dalam jangka panjang. Menurutnya, upaya penguatan literasi dan persiapan WBBM merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi lembaga pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Lebih jauh, Prof. Agus Maimun berharap kolaborasi antara Pascasarjana UIN Maliki Malang dan MAN 2 Kota Malang dapat menjadi model bagi lembaga lain di bawah naungan Kementerian Agama. Ia juga menambahkan bahwa proses pengelolaan dan penerbitan jurnal ilmiah dapat dikoordinasikan dengan Prof. Muassomah dari Pascasarjana UIN.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., yang hadir didampingi Kepala Tata Usaha, Wakil Kepala Madrasah, serta Ketua Tim Jurnal Ilmiah Madrasah, menegaskan bahwa keberhasilan program penguatan literasi di lingkungan madrasah memerlukan dukungan formal dan sistemik.
“MoA ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, namun memuat poin-poin strategi, khususnya dalam pengembangan bahan bacaan digital bersama,” tegasnya.
Baca Juga : Kapan Ada Libur Panjang Lagi di 2026? Ini Jadwal Long Weekend Mei yang Bisa Kamu Manfaatkan
Ia menambahkan bahwa penyusunan MoA menjadi langkah strategis sekaligus payung hukum yang jelas bagi setiap kegiatan penguatan literasi, sehingga program dapat berjalan berkelanjutan dan tidak bersifat insidental. Selain itu, kesiapan administrasi dan teknis dalam rangka pencapaian predikat WBBM juga menjadi perhatian, salah satunya melalui penyusunan bukti penulisan jurnal ilmiah.
“Semua persiapan ini harus dimatangkan jauh hari sebelum proses penilaian oleh tim evaluator, agar MAN 2 Kota Malang benar-benar siap meraih predikat WBBM,” imbuhnya.
Dengan adanya sinergi ini, penguatan literasi di MAN 2 Kota Malang diharapkan semakin terarah, sistematis, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat langkah madrasah menuju predikat WBBM.
