Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

3 Negara NATO Tolak Rencana Trump Blokade Selat Hormuz, Pilih Jalur Diplomasi

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

14 - Apr - 2026, 13:21

Placeholder
Ilustrasi kapal di selat Hormuz. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Sejumlah negara anggota NATO dilaporkan enggan mendukung rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memblokade Selat Hormuz, khususnya terhadap kapal-kapal Iran. Sikap ini menandakan adanya perbedaan pandangan di antara sekutu Barat dalam merespons konflik yang kian memanas di Timur Tengah.

Dua negara utama Eropa, Inggris dan Prancis, secara terbuka menyatakan tidak akan terlibat dalam langkah militer tersebut. Keduanya justru menekankan pentingnya menjaga jalur pelayaran internasional tetap terbuka, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Baca Juga : Kebakaran Gudang Bibit Jagung di Pakisaji Sebabkan Kerugian Rp 50 Juta

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa negaranya tidak akan mendukung rencana blokade Selat Hormuz tersebut. Dalam pernyataannya kepada BBC, Starmer menekankan bahwa Inggris tidak ingin terseret ke dalam konflik berskala lebih besar.

“Kami tidak mendukung blokade ini. Keputusan kami jelas, apa pun tekanannya dan tekanannya cukup besar kami tidak akan masuk ke dalam perang,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, seperti dikutip Reuters, mengungkapkan rencana untuk menggelar konferensi bersama Inggris dan negara lain. Tujuannya adalah membentuk misi multinasional guna memulihkan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Macron menegaskan bahwa misi tersebut bersifat defensif dan tidak berpihak pada pihak yang sedang berkonflik. “Misi ini akan dikerahkan setelah situasi memungkinkan,” katanya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sebelumnya menyampaikan bahwa Trump menginginkan komitmen konkret dari negara-negara anggota untuk menjaga keamanan di Selat Hormuz. Ia juga membuka kemungkinan keterlibatan NATO jika seluruh 32 anggota menyepakati pembentukan misi bersama.

Namun, sejumlah negara Eropa memilih bersikap hati-hati. Mereka menyatakan hanya akan mendukung langkah di kawasan tersebut jika terdapat penyelesaian konflik yang jelas serta jaminan keamanan dari Iran terhadap kapal-kapal mereka.

Sikap serupa juga datang dari Turki. Menteri Luar Negeri Hakan Fidan menilai bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz seharusnya ditempuh melalui jalur diplomasi, bukan militer. Ia juga menyebut pembentukan kekuatan internasional di kawasan tersebut sebagai langkah yang rumit.

Fidan bahkan mendorong agar NATO mengevaluasi kembali hubungan dengan Trump dalam KTT yang dijadwalkan berlangsung di Ankara pada Juli mendatang.

Baca Juga : Netanyahu Klaim Serangan ke Iran untuk Cegah Holocaust Kedua, Singgung Dukungan AS

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa militer AS akan bekerja sama dengan sejumlah negara untuk memblokir lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Ia juga mengklaim negara-negara Teluk Persia siap mendukung langkah tersebut, meski tidak merinci pihak-pihak yang terlibat.

Namun, pihak militer AS kemudian memberikan klarifikasi bahwa blokade yang direncanakan hanya akan berlaku bagi kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.

Penolakan dari sejumlah sekutu ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara AS dan negara-negara Eropa di dalam NATO. Bahkan, isu ini muncul di tengah ancaman Trump yang sebelumnya mempertimbangkan penarikan Amerika Serikat dari NATO serta pengurangan pasukan AS di Eropa.

Ketegangan semakin terasa setelah beberapa negara juga menolak memberikan dukungan terhadap langkah militer AS terhadap Iran, termasuk dengan tidak mengizinkan penggunaan wilayah udara mereka untuk operasi militer.

Perbedaan sikap ini menunjukkan bahwa upaya penanganan konflik Iran tidak sepenuhnya sejalan di antara negara-negara Barat, dengan sebagian pihak lebih memilih pendekatan diplomasi dibandingkan konfrontasi militer.


Topik

Internasional rencana blokade selat hormuz



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Internasional

Artikel terkait di Internasional