Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Tiga Rumah Warga Banyuputih Situbondo Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : A Yahya

27 - Apr - 2026, 11:06

Placeholder
Petugas Damkar Situbondo saat melakukan pemadaman dan pembasahan di TKP kebakaran 3 Rumah Warga Banyuputih, Senin (27/4/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES – Kebakaran melanda permukiman warga di Kampung Sukorejo Utara, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Senin (27/4/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.20 WIB itu menghanguskan tiga rumah milik warga setempat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, melalui Koordinator Pusdalops PB BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono menyampaikan kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. "Tiga rumah yang terdampak masing-masing milik Zainul Bahri (55), Baharudin (75), dan Surya Darmali (13). Dari ketiga rumah tersebut, dua merupakan bangunan semi permanen dan satu rumah permanen," ujar Puriyono. 

Baca Juga : DTKP Jadi Senjata Pemkab Situbondo Turunkan Kemiskinan hingga 9 Persen pada Tahun 2030

Kronologis kejadian, kata Puriyono bermula saat seorang warga bernama Lora Faiq melihat kobaran api dari salah satu rumah. Saat itu, pemilik rumah Baharudin diketahui sedang tertidur dalam kondisi sakit. Berkat kesigapan warga, Baharudin berhasil diselamatkan sebelum api membesar.

Warga sekitar kemudian bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Tak berselang lama, satu unit damkar dari wilayah Asembagus tiba di lokasi, disusul satu unit dari wilayah Kota Situbondo untuk melakukan pemadaman.

"Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah," ungkap Puriyono.

Kerugian detail, lanjut Puriyono yakni antara lain Rumah milik Zainul Bahri yang merupakan bangunan semi permanen mengalami kerusakan total dengan taksiran kerugian sekitar Rp50 juta. Sementara rumah Baharudin mengalami rusak berat dengan kerugian sekitar Rp30 juta.

"Adapun rumah milik Surya Darmali yang merupakan bangunan permanen juga mengalami rusak berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp20 juta. Secara keseluruhan, kebakaran ini berdampak signifikan terhadap kondisi tempat tinggal korban," imbuhnya.

Sekitar pukul 09.00 WIB, proses pemadaman dan pembasahan dinyatakan selesai. Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan, sehingga tidak memperparah penyebaran api secara signifikan.

Baca Juga : Dosen Administrasi Negara Unisba Blitar Bersama Mahasiswa Edukasi Hoaks AI di Klampok

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, perangkat kecamatan, pemerintah desa, Tagana Dinas Sosial, serta relawan turut hadir di lokasi untuk melakukan penanganan dan asesmen cepat.

Puriyono juga menyampaikan bahwa petugas gabungan utamanya Damkar bergerak cepat begitu menerima laporan dari warga. "Begitu menerima informasi, tim Pusdalops dan TRC langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, koordinasi lintas sektor, serta kaji cepat terkait dampak kebakaran," ujar Puriyono.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik.


Topik

Peristiwa situbondo kebakaran situbondo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa