JATIMTIMES – Kebakaran menghanguskan rumah milik warga di Jalan Simpang Flamboyan 1, Blok G/7, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, pada Senin (4/5/2026). Insiden ini diduga kuat dipicu oleh api dari tungku kayu yang merembet ke peralatan dapur.
Laporan kebakaran diterima petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu sekitar pukul 13.42 WIB. Kebakaran terjadi di rumah warga bernama Lanny. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 15 personel dari Regu Yudha dikerahkan menuju lokasi dengan dukungan armada Unit Gajah 3 dan dua unit suplai air.
Baca Juga : Gaji Hakim Tembus Rp 105 Juta, Tertarik Kuliah Hukum? Ini Rekomendasi Kampus Terbaik di Indonesia
Kepala Bidang Pencegahan Damkarmat Kota Batu, Santoso Wardoyo, menjelaskan bahwa petugas tiba di lokasi empat menit setelah laporan diterima dan langsung melakukan upaya lokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain.
"Dugaan awal kebakaran terjadi karena tungku kayu yang lama terbakar kemudian merembet ke bahan-bahan yang mudah terbakar di sekitarnya, terutama peralatan dapur," ungkap Santoso Wardoyo, Senin (4/5/2026).
Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung selama kurang lebih dua jam. Api baru dinyatakan benar-benar padam pada pukul 15.35 WIB. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, pemilik rumah mengalami kerugian materiil yang cukup besar.
"Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai kurang lebih Rp300 juta. Tim di lapangan fokus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa," tambah Santoso.
Namun, di balik keberhasilan memadamkan api, pihak Damkarmat mengungkap sejumlah kendala teknis yang dihadapi personil di lapangan. Santoso menyoroti minimnya alat pelindung diri (APD) yang krusial bagi keselamatan petugas saat berjibaku dengan asap tebal.
"Dalam pelaksanaan tadi, kami menghadapi kendala teknis seperti ketiadaan masker respirator bagi personil, serta minimnya sarung tangan dan perangkat komunikasi Handy Talky (HT) di lapangan," urainya.
Operasi pemadaman ini juga melibatkan berbagai instansi, mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kelurahan Songgokerto, PSC Kota Batu, Tagana, hingga bantuan gotong royong dari warga setempat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat menggunakan tungku kayu atau kompor, serta memastikan sumber api telah benar-benar padam sebelum meninggalkan area dapur guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," imbuhnya.
