JATIMTIMES - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) secara akumulatif lebih dari 7.000 dan masuk salah satu daerah dengan temuan yang tinggi di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk itu salah satu lembaga pendamping ODHA, Banyuwangi Community Support (BCS) berharap agar pemerintah daerah, baik eksekutif dan legislatif lebih peduli (aware) untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran kasus HIV/AIDS di kabupaten yang ada di ujung timur Pulau Jawa ini.
Baca Juga : Mengapa Media Sering Diadukan? Ini Tiga Pelanggaran Etik Utama yang Terbanyak Ditangani Dewan Pers
Menurut Ketua BCS Banyuwangi Noval Widianto, salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran HIV /AIDS adalah dengan melakukan pemberdayaan ODHA. Salah satunya dengan mendorong mereka untuk segera berobat menggunakan Antiretroviral (ARV).
Dia menuturkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi sampai saat ini tercatat sekitar 7.300 kasus. Sedangkan untuk penderita yang mendapatkan pengobatan kurang lebih 2.100 orang. Selanjutnya, angka kematian akumulatif juga cukup tinggi lebih dari seribu orang.
"Kenapa angka kematian tinggi! Karena kemungkinan adanya stigma negatif kepada ODHA sehingga penderita cenderung menutup diri. Sehingga penanganannya terlambat dan mereka sudah masuk stadium akhir di mana tubuh sangat rentan terhadap penyakit serius atau Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)," ujar Noval.
Untuk itu, sekali lagi Noval berharap pemerintah Banyuwangi lebih aware terhadap ODHA.
"Kami siap bersinergi dengan eksekutif maupun legislatif untuk bersama-sama menangani ODHA di Banyuwangi," pungkas Noval.
Sebagai informasi, Human Immunodeficiency Virus ( HIV) virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel darah putih (CD4) yang berfungsi melawan infeksi.
Sampai saat ini belum ada obat yang dapat sepenuhnya menyembuhkan HIV/AIDS. Namun, terdapat terapi pengobatan yang disebut ARV (Antiretroviral).
Obat ini berfungsi menekan jumlah virus di dalam tubuh (viral load) hingga tidak terdeteksi, sehingga sistem kekebalan tubuh dapat pulih dan penderita dapat hidup sehat layaknya orang normal.
ODHA kerap menghadapi pengucilan akibat kesalahpahaman masyarakat. Padahal, dukungan moral dan kasih sayang dari lingkungan sekitar justru sangat penting agar mereka tetap semangat menjalani pengobatan.
