Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Pusat Oleh-Oleh di Kota Batu Koreksi Harga Mengikuti Tren

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : A Yahya

11 - Jun - 2026, 14:05

Placeholder
Salah satu pengelola toko oleh-oleh menunjukkan sejumlah kenaikan harga akibat lonjakan harga kemasan setelah rupiah melemah.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Goncangan ekonomi global akibat melonjaknya nilai tukar dolar AS yang sempat menembus angka Rp18 ribu mulai membawa dampak buruk bagi sektor hilir industri pariwisata di Kota Batu. Melemahnya nilai tukar rupiah ini seketika memicu efek domino yang memukul rantai pasok kuliner serta komoditas buah tangan.

Kondisi pelik ini memaksa sejumlah pengelola pusat oleh-oleh di Kota Batu memutar otak menyusul adanya gelombang kenaikan harga sepihak yang disodorkan oleh pihak supplier.

Baca Juga : Promo Bulan Bung Karno, Graha Bangunan Blitar Hadirkan Diskon hingga Rekomendasi Produk Hunian

Dampak nyata dari ketidakstabilan kurs ini salah satunya dirasakan langsung oleh manajemen Pusat Oleh-Oleh Buah Tangan yang beroperasi di kawasan Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Manager Pusat Oleh-Oleh Buah Tangan, Didik Sulistyo, membenarkan bahwa skema bisnis konsinyasi atau barang titipan yang selama ini berjalan membuat pihak toko tidak memiliki banyak pilihan.

"Ketika para mitra supplier meminta koreksi harga akibat biaya produksi mereka yang membengkak, maka harga eceran di hilir otomatis harus ikut dinaikkan," ungkap Didik Sulistyo, Kamis (11/6/2026).

Didik memaparkan bahwa lonjakan harga bervariasi mulai dari seribu rupiah hingga mencapai ribuan rupiah untuk setiap jenis produk belanjaan.

Dikatakannya, pemicu utama pembengkakan modal bukan berasal dari bahan baku inti komoditas, melainkan dipicu oleh meroketnya harga material pengemasan (packaging) seperti plastik dan kardus pembungkus yang berbahan baku impor.

Salah satu produk yang langsung mengalami penyesuaian tarif adalah keripik tempe, di mana harga jualnya merangkak naik dari Rp13 ribu menjadi Rp14 ribu per bungkus akibat mahalnya plastik pembungkus.

Kenaikan yang jauh lebih signifikan terjadi pada deretan produk pangan yang menggunakan stoples atau kemasan khusus, salah satunya adalah aneka varian sambal lauk.

Komoditas pelengkap instan tersebut mengalami koreksi harga yang cukup tajam, dari yang semula dibanderol seharga Rp33 ribu kini melonjak hingga menyentuh angka Rp40 ribu.

"Kenaikan ini juga berimbas pada produk keripik buah premium, yang mana sebelumnya kami jual Rp76 ribu saat ini terpaksa naik menjadi Rp80 ribu per bungkus," beber dia.

Baca Juga : Gaji Guru Sekolah Rakyat 2026 Bisa Tembus Rp 7 Juta, Ini Rinciannya

Tidak ketinggalan, camilan olahan berbahan apel seperti kue pie apel juga ikut terkoreksi dari harga awal Rp36 ribu menjadi Rp37 ribu dalam beberapa pekan terakhir.

Didik mengkhawatirkan jika kondisi pelemahan rupiah ini terus berlanjut tanpa adanya intervensi dari pemerintah, harga kue olahan apel tersebut bukan tidak mungkin bakal menembus angka Rp40 ribu.

Menurunnya kekuatan daya beli konsumen akibat inflasi ini pada akhirnya mengubah total perilaku belanja para pelancong yang tengah berlibur di Kota Batu.

Didik membeberkan ada fenomena pergeseran tren yang cukup drastis di kalangan wisatawan lokal saat mengemas barang belanjaan mereka untuk dibawa pulang ke daerah asal.

Jika pada situasi normal para pelancong gemar mengepak barang belanjaan dengan kardus besar yang rapi, kini mereka menyiasati pengeluaran dengan beralih menggunakan kantong plastik biasa demi menekan pengeluaran.

Para pelaku usaha mikro dan makro di Kota Batu kini hanya bisa berharap agar nilai tukar mata uang asing bisa kembali stabil, sehingga geliat sektor pariwisata daerah tidak kembali lesu.


Topik

Ekonomi oleh oleh kota batu kota batu rupiah melemah didik sulistyo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya