JATIMTIMES – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Beregu XX Piala Ketua Mahkamah Agung (MA) RI 2026 memasuki hari kedua dengan atmosfer persaingan yang semakin kompetitif. Ratusan pertandingan berlangsung secara bersamaan di 10 venue yang tersebar di Kota Malang dan sejumlah wilayah penyangga.
Ajang ini mempertemukan atlet dari empat lingkungan peradilan di seluruh Indonesia dalam salah satu kompetisi olahraga terbesar yang digelar di bawah naungan Mahkamah Agung.
Di tengah ketatnya persaingan di lapangan, perhatian peserta tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan. Aspek keselamatan dan perlindungan atlet juga menjadi sorotan. Salah satu kebijakan yang mendapat apresiasi dari peserta adalah pemberian jaminan asuransi bagi seluruh atlet yang ambil bagian dalam turnamen nasional tersebut.

Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Ambon yang juga menjabat sebagai Sekretaris Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP) Daerah Pengadilan Tinggi Agama Ambon, Junaidi, menilai penyelenggaraan kejurnas tahun ini menunjukkan keseriusan panitia dalam menghadirkan kompetisi yang tidak hanya berkualitas dari sisi teknis pertandingan, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan peserta.
Menurut dia, tingginya jumlah peserta yang hadir menjadi bukti bahwa Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua MA RI tetap menjadi magnet bagi warga peradilan di seluruh Indonesia.
"Memang benar bahwa dalam rangka Turnamen Piala Ketua Mahkamah Agung beregu secara nasional ini, antusiasme pemain luar biasa," ujar Junaidi, saat diwawancarai di venue Stadion Gajayana, Minggu, (14/6/2026).
Ia menjelaskan, atlet yang terlibat berasal dari empat lingkungan peradilan dengan jumlah yang sangat besar. "Dari empat lingkungan peradilan, hampir 1.000 atlet lebih mengikuti kejurnas ini," katanya.
Junaidi menambahkan, seluruh peserta memperoleh perlindungan asuransi yang disiapkan oleh Pengurus PTWP Pusat. Langkah tersebut dinilai penting mengingat pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi dan melibatkan atlet dari berbagai kelompok usia.

"Kemudian setiap peserta atau atlet dijamin asuransinya oleh Pengurus PTWP Pusat dalam rangka menjaga kondisi atlet," jelasnya.
Bagi para peserta, keberadaan asuransi bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bentuk nyata komitmen penyelenggara dalam memberikan rasa aman selama kompetisi berlangsung. Apalagi dalam cabang olahraga tenis, risiko cedera tetap menjadi hal yang perlu diantisipasi meskipun pertandingan dijalankan sesuai standar kompetisi.
Selain perlindungan asuransi, panitia juga menyiapkan dukungan medis yang siaga selama pelaksanaan turnamen. Fasilitas ini menjadi bagian dari sistem pendukung yang dirancang untuk memastikan seluruh pertandingan berjalan lancar tanpa mengabaikan kondisi kesehatan atlet.
"Sebelum bermain juga sudah disiapkan tim medis oleh panitia pusat maupun daerah," ujar Junaidi.
Menurut dka, keberadaan tenaga medis tersebut sangat membantu dalam memastikan atlet yang bertanding benar-benar berada dalam kondisi terbaik. "Agar pemain yang dimainkan betul-betul dalam kondisi fit atau prima," tambahnya.
Baca Juga : Pasca-Insiden Margorejo, Wali Kota Surabaya Minta Evaluasi Proyek Menyeluruh
Dari sisi persaingan, PTWP Daerah Pengadilan Tinggi Agama Ambon mengirimkan satu tim putra untuk berlaga pada Kejurnas tahun ini. Tim tersebut tergabung di Grup 3 bersama Pengadilan Tinggi Makassar, PTA Sulawesi Barat, dan PTA Yogyakarta. Persaingan di grup tersebut diperkirakan berlangsung ketat mengingat kualitas peserta yang relatif merata.
Junaidi mengakui bahwa peta kekuatan peserta tahun ini lebih sulit diprediksi dibandingkan edisi sebelumnya. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah perubahan komposisi pemain di sejumlah daerah setelah bergabungnya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) ke berbagai satuan kerja peradilan.
"Kami dari Pengadilan Tinggi Agama Ambon paling tidak menargetkan bisa maju ke babak selanjutnya dalam penyisihan grup," katanya.
Ia menilai perubahan komposisi pemain membuat banyak tim mengalami peningkatan kekuatan sehingga hasil pertandingan menjadi semakin sulit ditebak.
"Memang kami melihat dalam kejurnas ini, karena ada perubahan pemain-pemain PPPK, susah sekali kami prediksi," ujarnya.
Karena itu, tim Ambon memilih memasang target yang realistis pada fase awal kompetisi. "Jadi kami menargetkan yang penting bisa lolos dari pool grup untuk selanjutnya," tegasnya.
Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua MA RI 2026 tidak hanya menjadi arena adu kemampuan atlet, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan kebersamaan warga peradilan dari seluruh Indonesia. Dengan jumlah peserta yang mendekati seribu atlet, penyelenggaraan turnamen menuntut kesiapan yang matang, baik dari sisi pertandingan maupun layanan pendukung.
Keberadaan jaminan asuransi, dukungan tim medis, serta penyebaran pertandingan di berbagai venue menjadi indikator meningkatnya kualitas penyelenggaraan Kejurnas tahun ini. Langkah tersebut dinilai memberikan nilai tambah bagi para peserta karena menghadirkan rasa aman dan kepastian perlindungan selama mengikuti kompetisi, sehingga atlet dapat lebih fokus menampilkan performa terbaik untuk membawa nama baik satuan kerja dan daerah masing-masing.
