Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Sejarah dan Spiritualitas Jadi Alasan Pemilihan Lokasi Munas-Konbes PBNU 2026

Penulis : Bambang Setioko - Editor : Nurlayla Ratri

21 - Jun - 2026, 06:59

Placeholder
Jumpa Pers Munas-Konbes PBNU 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Sabtu (20/06/2026). Foto: (Istimewa)

JATIMTIMES - Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026 akan berlangsung di dua wilayah. Pembukaan dan rapat-rapat pleno digelar pada 20-22 Juni 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri. Sementara penutupan rencananya dilangsungkan di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, pada 23 Juni 2026 mendatang.

Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes PBNU 2026 KH Ahmad Said Asrori mengungkapkan, pemilihan kedua lokasi tersebut didasari sejumlah faktor kuat, terutama faktor sejarah dan spiritual.

Ploso Dipilih karena Sejarah Pesantren

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Minggu Wage 21 Juni 2026: Awas Pertengkaran Besar! 

"Kenapa di Ploso? karena NU lahir dari Pondok Pesantren. NU dan Pondok Pesantren itu, sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Bagaikan satu mata uang, NU tidak bisa meninggalkan pesantren, pesantren juga tidak bisa meninggalkan NU. Seperti yang pernah diungkapkan Gus Dur, Pesantren itu NU kecil dan NU itu pesantren besar," jelas KH Ahmad Said Asrori, Sabtu (20/06/2026).

Selain itu, KH Ahmad Said Asrori juga mengungkapkan Ponpes Al-Falah Ploso punya sejarah panjang dan telah melahirkan alumni-alumni di seluruh wilayah Indonesia.

"Sehingga kita sepakat Munas-Konbes ini digelar di Ploso," ungkapnya.

Bangkalan, Saksi Sejarah Berdirinya NU

Sementara terkait rencana penutupan di Bangkalan, KH Ahmad Said Asrori mengungkapkan kota tersebut punya peranan sangat penting dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama.

"Kita tahu bagaimana tentang Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif al-Bangkalani, yang waktu itu melakukan satu ritual panjang sehingga beliau memberikan isyaroh kepada Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari untuk mendirikan satu jamiah yang kemudian disebut Jamiah Nahdlatul Ulama," tuturnya.

Penutupan di Bangkalan juga menjadi upaya melestarikan dan menjaga fakta sejarah PBNU agar tetap diingat generasi muda dan tidak terputus.

Baca Juga : Munas dan Konbes Akan Putuskan Lokasi Muktamar NU 2026

"Yang kedua adalah aspek spiritual. Kita ingin di sana nanti istiqozah, Mujahadah, memohon langsung melalui tawassul kepada para ulama, para mu'assis Nahdlatul Ulama ini," tambahnya.

Tawassul Bagi Warga NU

Ulama yang juga menjabat Khatib 'Aam PBNU itu menjelaskan, tawassul bagi warga NU adalah hal yang jelas.

"Kita akan terus melakukan upaya-upaya kebaikan-kebaikan agar kita semua NU dan warganya ini mendapatkan tambahan keberkahan, tambahan kebaikan dan kemaslahatan," pungkasnya.

Penutupan Munas-Konbes PBNU 2026 rencananya akan turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.


Topik

Peristiwa munas konbes pbnu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Bambang Setioko

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa