Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Gaya Hidup

Masker Madu Benarkah Bisa Mengatasi Jerawat? Ini Faktanya

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

20 - Aug - 2026, 12:20

Placeholder
Madu yang digunakan untuk masker wajah. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Madu selama ini dikenal sebagai bahan alami yang memiliki berbagai manfaat, termasuk untuk perawatan kulit. Tak heran, bahan yang mudah ditemukan ini kerap dijadikan masker wajah oleh pengguna media sosial yang ingin mengatasi jerawat tanpa menggunakan produk khusus.

Namun, manfaat madu untuk kulit berjerawat ternyata perlu dilihat secara lebih realistis. Madu memang memiliki sifat antibakteri dan antiradang yang secara teori berpotensi membantu menenangkan jerawat, tetapi belum ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa madu dapat mengobati jerawat secara langsung.

Baca Juga : F1 Singapura Siaga Kabut Asap gegara Karhutla Kalimantan dan Sumatra, Balapan Ditunda?

Ahli kimia kosmetik Randy Schueller menjelaskan, aktivitas antibakteri pada madu membuat bahan alami tersebut secara teori berpotensi melawan bakteri tertentu. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Antibacterial Chemotherapy juga menunjukkan madu dengan konsentrasi tertentu efektif melawan bakteri kelompok staphylococci.

Namun, temuan tersebut belum bisa langsung disamakan dengan kemampuan madu dalam mengatasi jerawat. “Kami tidak menemukan penelitian yang menguji efek madu terhadap P. acnes, bakteri yang membantu menyebabkan jerawat,” ungkap Schueller.

Meski demikian, mekanisme antibakteri madu membuat bahan tersebut secara teori masih memiliki peluang untuk memberikan manfaat pada kulit yang mengalami peradangan.

Sementara itu, dermatologis Kavita Mariwalla menambahkan madu mentah memiliki efek osmotik pada kulit. Sifat tersebut membuat madu dapat menarik kelebihan cairan dari area yang mengalami peradangan sehingga secara visual jerawat bisa terlihat lebih tenang.

“Madu mentah dapat membuat jerawat yang meradang terlihat tidak terlalu parah karena memiliki efek osmotik pada kulit,” jelas Mariwalla.

Selain itu, efek menenangkan dari madu juga berpotensi membantu mengurangi kemerahan pada kulit. Artinya, penggunaan madu lebih tepat dipandang sebagai bahan yang mungkin membantu menenangkan kondisi kulit, bukan sebagai obat yang mampu memberantas seluruh penyebab jerawat.

Hal ini penting karena jerawat tidak hanya berkaitan dengan bakteri. Sumbatan pori, produksi minyak, peradangan, serta faktor lain juga berperan dalam munculnya jerawat.

Jika tetap ingin mencoba madu sebagai masker wajah, jenis madu yang digunakan juga menjadi perhatian. Dermatologis Annie Chiu menyarankan penggunaan raw honey atau madu mentah yang belum melalui proses pemanasan maupun penambahan bahan lain.

Menurut Chiu,  pengolahan tertentu berpotensi memengaruhi sifat antibakteri dan antiradang yang terdapat pada madu. “Madu yang telah diproses kemungkinan besar tidak akan bekerja karena sifat antibakteri dan antiradangnya dapat rusak selama proses tersebut,” jelas Chiu.

Baca Juga : Jangan Asal Checkout, Ini Cara Memilih Produk Kecantikan yang Sesuai Kebutuhan

Madu mentah dapat digunakan dengan mengoleskannya secara tipis pada kulit, kemudian didiamkan sekitar 15 hingga 20 menit sebelum dibilas hingga bersih.

Namun, penggunaan bahan alami tetap perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama pada kulit sensitif. Produk yang berasal dari lebah, termasuk madu dan propolis, pada sebagian orang dapat memicu iritasi atau reaksi pada kulit.

Meski demikian, madu memang mempunyai sifat antibakteri dan antiradang. Akan tetapi, efektivitasnya tidak dapat disamakan dengan bahan aktif antijerawat yang telah memiliki bukti ilmiah lebih kuat.

“Madu memang dapat memberikan beberapa manfaat dalam membantu mengatasi jerawat, tetapi efektivitasnya tidak sebaik perawatan jerawat konvensional, seperti benzoyl peroxide,” ujarmya.

Benzoyl peroxide bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat sekaligus membantu mengatasi sumbatan pada pori-pori. Karena itu, bahan tersebut lebih dapat diandalkan untuk menangani jerawat yang meradang dibandingkan mengandalkan madu saja.

Dengan demikian, madu sebaiknya tidak dianggap sebagai “obat ajaib” untuk jerawat. Bahan alami ini mungkin membantu membuat jerawat yang meradang terasa lebih tenang, tetapi belum memiliki bukti cukup untuk disebut sebagai terapi utama jerawat.

Jika jerawat semakin parah, muncul berulang, atau kulit justru mengalami iritasi setelah menggunakan madu, pemakaian sebaiknya dihentikan dan kondisi kulit diperiksakan kepada dokter kulit.


Topik

Gaya Hidup Jerawat masker madu masker madu atasi jerawat kesehatan kulit



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy