Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Menilik Sejarah Sukorejo 1984, Situbondo Siap Kembali Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

10 - Jan - 2026, 16:14

Placeholder
Rektor Universitas Ibrahimy Sukorejo, Dr. Khoirul Anwar, M.HI. (dok. Universitas Ibrahimy Sukorejo for JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Kabupaten Situbondo kembali mengemuka dalam diskursus besar Nahdlatul Ulama (NU) seiring wacana pengusulannya sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35. Wacana ini tidak hadir dalam ruang kosong, melainkan berangkat dari jejak sejarah panjang Situbondo yang pernah menjadi saksi salah satu peristiwa paling menentukan dalam perjalanan jam’iyah NU.

Sejarah mencatat, pada tahun 1984, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-27. Muktamar tersebut bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi tonggak penting dalam relasi NU dengan negara, bangsa, dan ideologi kebangsaan.

Baca Juga : Akhirnya Comeback! BTS Umumkan Jadwal Tur Dunia 14 Januari, ARMY di Seluruh Dunia Bersiap

Dalam Muktamar ke-27 itulah NU mengambil keputusan monumental menerima Pancasila sebagai asas tunggal organisasi. Keputusan tersebut menandai kedewasaan politik dan kebangsaan NU, sekaligus mempertegas posisi NU sebagai kekuatan keagamaan yang berperan aktif menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rektor Universitas Ibrahimy Sukorejo, Dr. Khoirul Anwar, M.HI, menilai bahwa posisi historis Situbondo tidak bisa dilepaskan dari perjalanan besar NU. Menurutnya, Sukorejo telah membuktikan diri sebagai ruang lahirnya keputusan-keputusan strategis yang berdampak luas, tidak hanya bagi NU, tetapi juga bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dari Sukorejo, NU pernah mengambil keputusan yang sangat monumental bagi bangsa. Muktamar ke-27 menjadi bukti bahwa Situbondo bukan sekadar lokasi, tetapi bagian dari sejarah hidup NU," ujarnya.

Dalam lintasan sejarah tersebut, Situbondo kerap hadir sebagai simpul penting gerakan pesantren dan pemikiran ke-NU-an. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dikenal sebagai pusat kaderisasi ulama, intelektual, dan aktivis NU yang kontribusinya meluas ke tingkat nasional.

Wacana Muktamar NU ke-35 di Situbondo dinilai sebagai upaya menyambung kembali mata rantai sejarah tersebut. Dalam konteks tantangan zaman yang terus berubah, forum muktamar dipandang sebagai ruang strategis untuk merumuskan sikap NU terhadap persoalan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan global, sebagaimana pernah dilakukan pada 1984.

Dari sisi kesiapan, Sukorejo memiliki rekam jejak panjang sebagai tuan rumah agenda-agenda besar berskala nasional dan internasional. Pengalaman historis itu menjadi modal sosial dan kultural yang memperkuat legitimasi Situbondo untuk kembali dipercaya menggelar muktamar.

Baca Juga : Puting Beliung Masih Mengancam Jatim, BMKG Beberkan Cara Aman Menghindarinya

Sejarah dan harapan masa depan itu pula yang menjadi dasar Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengusulkan daerahnya sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35. Menurutnya, spirit Muktamar NU ke-27 tidak pernah padam dan masih hidup di tengah masyarakat pesantren Situbondo.

"Situbondo punya sejarah penting bagi NU. Spirit keputusan besar di Sukorejo masih dirawat hingga hari ini dan layak menjadi inspirasi bagi muktamar mendatang," kata bupati yang akrab disapa Mas Rio.

Apabila Muktamar NU ke-35 kembali digelar di Situbondo, peristiwa tersebut akan menjadi pengulangan sejarah sekaligus pembaruan makna. Dari Sukorejo, NU pernah menegaskan komitmen kebangsaannya; dan dari Sukorejo pula, diharapkan NU kembali merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan zaman, dengan berpijak pada sejarah dan nilai-nilai pesantren.


Topik

Peristiwa Sejarah Sukorejo 1984 NU Nahdlatul Ulama Situbondo Muktamar ke-35 NU



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Sri Kurnia Mahiruni